Daerah  

Pemkab Demak Berikan Trauma Healing Hipnoterapi untuk Siswa Keracunan MBG, Pulihkan Psikologis Pasca Insiden Makan Bergizi Gratis

Pemkab Demak Berikan Trauma Healing Hipnoterapi untuk Siswa Keracunan MBG, Pulihkan Psikologis Pasca Insiden Makan Bergizi Gratis
Pemkab Demak berikan trauma healing siswa keracunan MBG [Ilustrasi]

Demak, Lintas12.com – Pemkab Demak berikan trauma healing hipnoterapi bagi siswa keracunan MBG. Pemulihan psikologis korban program Makan Bergizi Gratis di SPPG Pilangwetan. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.


Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Kesehatan setempat mulai memberikan perhatian serius pada aspek psikologis puluhan siswa yang menjadi korban keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis). Tak hanya perawatan medis, para siswa dan guru yang terdampak kini mendapatkan trauma healing dengan metode hipnoterapi.

Kejadian bermula dari menu Makan Bergizi Gratis yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung. Puluhan siswa dari Yayasan YASUA Pilangweten mengalami mual dan muntah usai menyantap makanan program bergizi tersebut.

Baca Ini:  Bukan Jalan Provinsi! Kadis PUPR Ungkap Ahmad Luthfi Jadi Bulan-Bulanan Warganet Soal Jalan Rusak di Jateng

Hipnoterapi untuk Guru yang Ikut Trauma

Kepala Puskesmas Kebonagung, Arif Setiawan, menjelaskan bahwa Pemkab Demak tidak hanya fokus pada pemulihan fisik, tetapi juga kesehatan jiwa para korban.

Trauma healing diberikan dengan metode hypnotherapy untuk membantu memulihkan kondisi psikologis siswa maupun guru. Bahkan guru yang tidak ikut mengonsumsi makanan juga ada yang mengalami trauma setelah melihat kondisi siswa muntah-muntah,” ujar Arif di Demak, Jumat.

Arif menambahkan bahwa beberapa siswa masih menunjukkan rasa takut untuk kembali menerima makanan dari program MBG. Oleh karena itu, pendampingan psikologis diberikan secara bertahap hingga benar-benar pulih.

Pemantauan Intensif Lewat UKS

Selain trauma healing hipnoterapi siswa keracunan makanan Demak, pihak Puskesmas juga aktif melakukan pemantauan melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Baca Ini:  Presiden Prabowo Nilai TPST BLE Banyumas Layak Jadi Model Nasional Pengelolaan Sampah

“Kami cek kesehatan rutin dan pantau adik-adik kelas. Alhamdulillah, sekarang banyak yang sudah siap menerima makanan kembali,” tambah Arif.

Petugas kesehatan juga memberikan edukasi kebersihan makanan dan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah potensi keracunan serupa di masa mendatang.

134 Siswa Terdampak, 68 Dirawat Inap

Data dari Dinkes Demak mencatat, dari total 1.500-an penerima manfaat MBG di madrasah tersebut (MI, MTs, MA), sebanyak 134 siswa diduga terdampak. Rinciannya, 68 siswa menjalani rawat inap dan 66 siswa rawat jalan.

Pemkab Demak bersama pihak pondok pesantren dan sekolah kini diminta memperketat pengawasan proses penyajian makanan, termasuk memastikan waktu memasak pagi dan siang hari dilakukan dengan benar.

Baca Ini:  Helikopter Jatuh di Kalbar: 8 Orang Tewas, Termasuk Pilot dan WNA Malaysia

Pesan Penting untuk Publik

Kasus ini menjadi evaluasi nasional terhadap program Makan Bergizi Gratis. Namun, langkah cepat Pemkab Demak memberikan trauma healing berbasis hipnoterapi patut diapresiasi sebagai terobosan pemulihan psikologis korban keracunan massal.

“Kami tidak berhenti di satu kali terapi. Jika masih butuh tambahan, akan kami lakukan sampai benar-benar pulih,” tegas Arif.

LINTAS 12 News akan terus memantau perkembangan kondisi para siswa dan langkah preventif dari SPPG Pilangwetan ke depan. [*ida]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *