Lintas12.com, Jakarta – KSP siap tindak tegas praktik tidak benar di program prioritas Prabowo, termasuk MBG dan Sekolah Rakyat. Simak pernyataan Dudung Abdurachman di laman Lintas 12 News ini.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan kesiapannya untuk menindak tegas berbagai praktik tidak benar di program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini menjadi sinyal keras bahwa pengawasan terhadap jalannya program strategis nasional akan diperketat.
KSP Siap Tindak Temuan Penyimpangan
Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (01/05/2026), Dudung menjelaskan bahwa Kantor Staf Presiden memiliki peran vital sebagai penyambung aspirasi masyarakat sekaligus pengawas pelaksanaan program prioritas yang belum dirasakan secara langsung oleh rakyat.
“Termasuk program prioritas nasional dan program unggulan nasional, program unggulan Bapak Presiden seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan sebagainya. Kalau tidak benar, pelaksanaan di lapangan akan saya babat nanti,” ujar Dudung dengan tegas.
Pernyataan ini mempertegas bahwa KSP siap tindak temuan sejak dini, sehingga tidak ada ruang bagi oknum yang mencoba menyimpang dari amanat rakyat.
Fokus Pengawasan pada MBG dan Sekolah Rakyat
Dua program unggulan Presiden Prabowo, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat, menjadi sorotan utama. Menurut Dudung, monitoring ketat akan dilakukan mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan. Jika ditemukan praktik tidak benar di program prioritas, maka tindakan koreksi bahkan pembatalan akan dilakukan tanpa kompromi.
Wawasan Kebangsaan sebagai Pilar Ketahanan
Selain mengawal program prioritas, Dudung juga menekankan pentingnya memperkuat wawasan kebangsaan di tengah kondisi global yang penuh konflik. Indonesia yang kaya akan suku, bahasa, dan agama harus terus menjaga persatuan.
“Nilai-nilai luhur bangsa: menghormati perbedaan, mendahulukan kepentingan umum, rela berkorban, pantang menyerah, gotong royong, optimisme, kekeluargaan, dan nasionalisme,” pesannya.
Waspada Era Post Truth
Dudung mengajak masyarakat untuk bijak menyaring informasi di media sosial. Ia mengingatkan bahwa di era post truth, kebohongan bisa dipercaya sebagai kebenaran jika diulang terus-menerus.
“Mari mata, telinga kita ‘pasang’ untuk tetap mendengar dan melihat, tetapi kepada hal-hal yang positif. Jangan terbawa informasi menyesatkan,” tegasnya.
Kemajuan Bangsa Ditentukan Moral dan Akhlak
Menutup pernyataannya, Dudung menyampaikan pesan mendalam bahwa kemajuan suatu negara tidak semata ditentukan oleh kecerdasan, melainkan oleh kebaikan, moral, dan akhlak yang dimiliki bangsanya. [*Finku]







