Lintas12.com, LAMONGAN – Mahfud MD: etika akademik kunci cegah korupsi. Plagiarisme & jual beli ijazah rusak kualitas pendidikan. Simak kuliah umum di Unisda Lamongan, hanya di laman Lintas 12 News.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) periode 2019-2024, Prof. Dr. Mahfud MD, menegaskan bahwa etika akademik merupakan kunci utama dalam mencegah perilaku koruptif. Menurutnya, penguatan nilai-nilai kejujuran ilmiah di perguruan tinggi harus menjadi prioritas nasional.
“Jika seseorang berani menipu dalam kegiatan akademik, sangat mungkin ia melakukan ketidakjujuran di masyarakat, termasuk perilaku koruptif,” ujar Mahfud saat menjadi narasumber kuliah umum di Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan, Jawa Timur, Jumat (12/4).
Etika Akademik: Fondasi Anti Korupsi
Mahfud yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (2008-2013) ini menjelaskan, etika akademik tidak bisa dipisahkan dari empat pilar utama: kejujuran ilmiah, objektivitas, keadilan, dan akuntabilitas. Ia menegaskan bahwa meskipun kesalahan ilmiah masih bisa dimaklumi, kebohongan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan.
“Sains membangun peradaban. Jika fondasinya sudah bohong, maka bangunan peradaban kita akan runtuh,” tegasnya di hadapan puluhan dosen dan mahasiswa.
Soroti Plagiarisme hingga Jurnal Predator
Dalam paparannya yang berlangsung di Aula Gedung Manaqib Lantai 3 Unisda Lamongan, Mahfud menyoroti berbagai pelanggaran serius di dunia pendidikan, antara lain:
- Plagiarisme – mencuri karya orang lain.
- Fabrikasi dan Falsifikasi data – merekayasa hasil penelitian.
- Publikasi tidak jujur – termasuk maraknya jurnal predatori yang mengabaikan standar ilmiah.
- Komersialisasi pendidikan – seperti praktik jual beli ijazah.
Menurut Mahfud, praktik-praktik tersebut tidak hanya merusak kualitas akademik, tetapi juga menjadi lahan subur tumbuhnya mental koruptif di kemudian hari.
Sejalan dengan Filosofi Pendidikan Nasional
Mahfud menambahkan bahwa penguatan etika akademik sejalan dengan filosofi pendidikan nasional yang menekankan keseimbangan antara iman, ilmu, dan akhlak. Tanpa akhlak, kata dia, ilmu justru bisa menjadi alat kejahatan.
“Kampus bukan pabrik ijazah. Kampus adalah laboratorium karakter. Jika karakter sudah rusak, maka korupsi akan tumbuh subur,” ujar Mahfud di hadapan peserta kuliah umum yang mengusung tema “Etika Akademik: Menjaga Integritas dan Kualitas Pendidikan.”
Unisda Lamongan Komitmen Perkuat Budaya Integritas
Sementara itu, Rektor Unisda Lamongan, Dr. KH. Hafidh Nashrullah, M.Pd.I, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperkuat budaya akademik yang sehat, berintegritas, dan berkualitas.
“Kami ingin mahasiswa dan dosen tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral. Kuliah umum ini adalah bentuk komitmen Unisda mencetak generasi anti korupsi,” ujar Hafidh.
Dengan adanya pernyataan tegas dari Mahfud MD, diharapkan etika akademik tidak lagi dipandang sebagai aturan formal semata, tetapi sebagai gerakan moral kolektif untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari akar korupsi yang paling dalam: ketidakjujuran ilmiah.
Penulis: Tim Redaksi Lintas12.com
Editor: Lintas12 Editorial







