Artikel lengkap tentang wasiat Rasulullah SAW kepada wanita, terutama istri. Dilengkapi dalil hadis dan ayat Quran tentang cara memuliakan, menyayangi, dan berbuat adil kepada perempuan dalam Islam. Simak selengkapnya di halaman ini!
Pendahuluan
Islam adalah agama yang sangat memuliakan wanita. Perhatian besar terhadap perempuan tergambar jelas dalam wasiat terakhir Rasulullah ﷺ saat khutbah haji wadak. Beliau bersabda:
Artinya: “Berwasiatlah kalian kepada wanita dengan kebaikan, karena sesungguhnya mereka adalah tawanan di sisi kalian.”
Wasiat ini bukan sekadar nasihat biasa, melainkan perintah berkelanjutan hingga hari kiamat. Rasulullah menggunakan kata “istawshū” (استوصوا) yang menunjukkan makna kontinuitas: hendaknya setiap generasi mewasiatkan kepada generasi berikutnya untuk berbuat baik kepada wanita.
Makna Wasiat kepada Wanita
Para ulama menjelaskan bahwa makna “berwasiat kepada wanita” adalah:
- Menginginkan kebaikan untuk mereka
- Melakukan kebaikan kepada mereka
- Menerima wasiat Nabi dengan sepenuh hati
Wasiat ini bersifat umum, ditujukan kepada setiap laki-laki: baik sebagai suami, ayah, saudara, maupun anak laki-laki.
Wasiat-Wasiat Khusus Rasulullah tentang Wanita
1. Wasiat untuk Bergaul dengan Baik kepada Istri
Rasulullah ﷺ bersabda:
Artinya: “Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah (istrinya). Jika ia tidak suka pada satu akhlaknya, maka ia akan ridha pada akhlaknya yang lain.” (HR. Muslim)
2. Wasiat untuk Menyayangi dan Berakhlak Mulia
Rasulullah ﷺ bersabda:
Artinya: “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada istri-istri mereka.” (HR. Tirmidzi, beliau menshahihkannya)
Wanita diciptakan lebih lemah secara fisik dan emosional, sehingga ia sangat membutuhkan belas kasih dan kelembutan suami.
3. Wasiat Menjaga Kehormatan dan Tidak Menghina
Allah ﷻ berfirman:
Artinya: “Dan bergaullah dengan mereka secara baik.” (QS. An-Nisa: 19)
Diantara bentuknya:
- Tidak menyebut kekurangan istri di depannya
- Tidak membandingkan dengan wanita lain
- Memanggil dengan nama kesayangan
- Memberi hadiah dan kata-kata manis
- Memafkan kesalahan kecil
- Menjaga dari tempat-tempat maksiat
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
Artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
4. Wasiat Berlaku Adil kepada Istri-Istri (Jika Poligami)
Rasulullah ﷺ bersabda:
Artinya: “Barangsiapa memiliki dua istri lalu ia condong kepada salah satunya, maka pada hari kiamat ia akan datang dalam keadaan tubuhnya miring.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan dishahihkan Al-Albani)
Allah ﷻ berfirman:
Artinya: “Dan kalian tidak akan mampu berlaku adil di antara istri-istri kalian, meskipun kalian sangat ingin.” (QS. An-Nisa: 129)
Namun Rasulullah ﷺ tetap berusaha adil dalam hal yang bisa dikontrol (giliran, nafkah), dan berdoa:
Artinya: “Ya Allah, ini adalah pembagianku dalam apa yang aku kuasai. Maka janganlah Engkau menyalahkanku dalam apa yang Engkau kuasai dan aku tidak kuasai (yaitu kecenderungan hati).” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan dishahihkan Al-Albani)
5. Wasiat Menjaga Perasaan Wanita
Suatu ketika Rasulullah ﷺ mendengar suara merdu seorang pengemudi unta bernama Anjasyah. Saat wanita-wanita di boncengan mulai terayun-ayun karena cepatnya perjalanan, beliau bersabda:
Artinya: “Pelan-pelanlah wahai Anjasyah, jangan kau pecahkan bejana-bejana kaca.” (HR. Bukhari)
Nabi mengibaratkan wanita seperti bejana kaca — lembut, mudah terluka, mudah patah hati. Karena itu wajib bagi suami untuk bersikap lembut dan menjaga perasaan mereka.
Kemuliaan Wanita dalam Islam
Islam telah memuliakan wanita dalam berbagai aspek:
- Mewajibkan mahar dan melarang walinya mengambilnya.
- Memberi hak waris setelah sebelumnya di masa jahiliyah tidak mendapat apa-apa.
- Melarang menikahi lain wanita tanpa persetujuannya.
- Mengharuskan nafkah bagi suami, dan menggugurkan kewajiban nafkah dari istri.
- Menyebutkan surat khusus dalam Al-Qur’an yaitu Surat An-Nisa.
- Menyetarakan laki-laki dan perempuan dalam amal dan takwa.
Allah ﷻ berfirman:
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Penutup: Hadis tentang Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk
Rasulullah ﷺ bersabda:
Artinya: “Berwasiatlah kalian kepada wanita dengan kebaikan. Sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas. Jika engkau meluruskannya, niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok. Maka berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Maknanya: jangan memaksakan wanita untuk berubah total sesuai keinginanmu, karena itu akan “mematahkannya” (merusak rumah tangga). Sebaliknya, terimalah sifat dasar mereka dengan bijak, tetaplah berwasiat dengan kebaikan.
Wallahu a’lam bish-shawab.







