Lintas12.com, SURABAYA – Mensos Gus Ipul tegaskan Sekolah Rakyat prioritaskan anak putus sekolah & miskin ekstrem. Gratis, berasrama, bebas korupsi. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa Program Sekolah Rakyat tidak dibuka untuk pendaftaran umum, melainkan diprioritaskan khusus bagi anak putus sekolah dan keluarga miskin ekstrem. Program ini dijalankan melalui sistem penjangkauan langsung di berbagai daerah di Indonesia.
Gus Ipul menyampaikan hal itu di Surabaya, Minggu, menjelaskan bahwa konsep sekolah rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya. Pasalnya, program ini menerapkan sistem pendidikan berasrama penuh dan menyasar anak-anak dari keluarga miskin desil satu dan dua.
Anak Putus Sekolah Jadi Prioritas Utama
Menurut Gus Ipul, anak putus sekolah menjadi sasaran utama karena banyak dari mereka memiliki usia di atas rata-rata siswa normal akibat lama tidak mengenyam pendidikan.
“Banyak siswa-siswa rakyat itu yang dulunya adalah pengamen, mengemis, pemulung. Mereka tidak melanjutkan sekolah, bahkan ada yang tidak sekolah sama sekali,” ujar Gus Ipul.
Ia mengungkapkan tantangan terbesar terjadi pada tiga bulan pertama pembelajaran. Latar belakang dan kemampuan akademik siswa sangat beragam, bahkan ada siswa tingkat SMA yang belum bisa membaca.
“Dia belum bisa baca. Inilah tantangan di sekolah rakyat yang harus dikerjakan oleh para guru dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Guru Lolos Seleksi Ketat, Lulusan Siap Jadi Agen Perubahan
Untuk menghadapi kondisi tersebut, program Mensos memastikan para guru di Sekolah Rakyat lolos seleksi ketat. Mereka didampingi secara intensif agar mampu mengakomodasi perbedaan akademik siswa.
Tahun ini, lebih dari 400 siswa lulus dari Sekolah Rakyat, termasuk 11 siswa tingkat SMA. Mereka diproyeksikan untuk melanjutkan kuliah dengan beasiswa dari pemerintah atau menjadi tenaga kerja terampil.
“Kalau nanti ketika ikut ujian dia lulus, maka pilihannya dua: mau melanjutkan ke kuliah yang akan didukung pemerintah, atau menjadi pekerja terampil,” jelasnya.
Gus Ipul menambahkan, lulusan Sekolah Rakyat juga dipersiapkan menjadi agen perubahan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka di masa depan.
Pengadaan Sekolah Rakyat Bebas Korupsi dan Manipulasi
Dalam kesempatan yang sama, Mensos menegaskan bahwa proses pengadaan pembangunan Sekolah Rakyat wajib bebas dari korupsi dan manipulasi. Seluruh anggaran direncanakan melalui mekanisme terbuka dan lelang resmi pemerintah.
“Saya sudah sampaikan kepada para penanggung jawab, tidak boleh ada lobby, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa, tidak boleh ada hal-hal yang menyimpang dalam proses pengadaan,” tegas Gus Ipul.
Ia memastikan dirinya dan Wakil Menteri Sosial akan menjadi pihak pertama yang melaporkan jika ditemukan indikasi permainan proyek atau kongkalikong.
Dukungan Penuh untuk Keluarga Siswa
Tak hanya menyediakan sekolah berasrama gratis, pemerintah juga memberdayakan keluarga siswa melalui bantuan sosial (bansos) dan pelatihan keterampilan.
“Mereka dapat bansos, lengkap nanti juga didorong menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Gus Ipul.
Selain itu, keluarga siswa Sekolah Rakyat akan memperoleh dukungan program renovasi rumah tidak layak huni, kepesertaan JKN, hingga pelatihan ekonomi produktif agar dapat mandiri secara ekonomi.
Dengan pendekatan holistik ini, prioritas pendidikan Indonesia melalui Sekolah Rakyat diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan secara sistematis dan berkelanjutan. [*dik]







