Bakom RI Gandeng 40 Homeless Media: Langkah Berani Strategi Komunikasi Pemerintah atau Ancaman Standar Pers?

Bakom RI Gandeng 40 Homeless Media: Langkah Berani Strategi Komunikasi Pemerintah atau Ancaman Standar Pers?
Kepala Bakom Muhammad Qodari mengumumkan pemerintah merangkul 40 Homeless Media untuk strategi komunikasi. [Sumber : YouTube Bakom Pemerintah RI]

Lintas12.com, Jakarta – Bakom RI gandeng 40 homeless media jadi mitra strategi komunikasi pemerintah. Qodari akui standar pers masih jadi PR besar. Simak keseluruhan daftarnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.

Pemerintah melalui Badan Komunikasi (Bakom) RI secara resmi merangkul kelompok media digital yang sebelumnya dikenal dengan sebutan homeless media. Langkah ini disebut-sebut sebagai terobosan baru dalam strategi komunikasi pemerintah menghadapi lanskap media digital yang kian kompleks.

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, mengumumkan kerja sama dengan New Media Forum—wadah yang menaungi 40 entitas media digital—dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

“Kami menyambut hangat kehadiran teman-teman dari New Media Forum, mitra baru dari Badan Komunikasi Pemerintah dalam ekosistem media digital di Indonesia,” ujar Qodari, dikutip Kamis (7/5/2026).

Mengapa Bakom RI Gandeng Homeless Media?

Bakom RI gandeng homeless media bukan tanpa alasan. Menurut Qodari, kelompok ini memiliki jangkauan audiens yang luas melalui kanal-kanal digital mereka. Namun, tantangan utamanya adalah standar produk jurnalistik yang masih jauh dari media konvensional.

“Dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media,” jelas Qodari.

Pendekatan yang diambil pemerintah bukan dengan menjauhkan, melainkan membina. Qodari mengakui bahwa standar pers masih jadi PR besar bagi kelompok ini, termasuk penerapan prinsip cover both side dan verifikasi informasi.

Daftar 40 New Media yang Digandeng Bakom RI

Berikut adalah daftar 40 new media mitra pemerintah yang diumumkan Bakom RI:

  1. Folkative
  2. Indozone
  3. Dagelan
  4. Indomusikgram
  5. Infipop
  6. Narasi (Najwa Shihab)
  7. Muslim Folks
  8. USS Feeds
  9. Bapak-Bapak ID
  10. Menjadi Manusia
  11. GNFI
  12. Cretivox
  13. Kok Bisa
  14. Taubatters
  15. Pandemic Talks
  16. Kawan Hawa
  17. Volix
  18. Ngomongin Uang
  19. Big Alpha
  20. Good Stats
  21. Hai Dudu
  22. Proud Project
  23. Vibiz
  24. Unframed
  25. Kumpul Leaders
  26. CXO Media
  27. The Maple Media
  28. How to be Nothing
  29. Everest Media
  30. Geometry Media
  31. Folks Daily
  32. Dream
  33. Melodi Alam
  34. NKTSHI
  35. Modestalk
  36. Lead Media
  37. Nalar TV
  38. Mahasiswa dan Jakarta
  39. Notch Plus
  40. Mature Indonesia

PR Besar: Standar Jurnalistik Masih Jauh dari Media Konvensional

Dalam diskusi internal di Bakom, Qodari mengungkapkan bahwa pihaknya sempat membahas mekanisme jurnalistik seperti cover both side dengan para pelaku new media.

“Kalau misalnya belum memungkinkan, metode apa lagi yang bisa dipakai, misalnya metode verifikasi. Itu saran dari teman-teman new media,” kata Qodari.

Ia menambahkan, saat ini sebagian dari 40 media tersebut baru memiliki modal dasar seperti badan usaha, struktur redaksi sederhana, dan alamat kantor. Namun, standar kelengkapan layaknya media arus utama—terutama yang diakui Dewan Pers—masih perlu dikejar.

Catatan Lintas 12 News

Kebijakan Bakom RI gandeng 40 homeless media sebagai mitra strategi komunikasi pemerintah adalah langkah yang tidak biasa. Di satu sisi, ini membuka ruang partisipasi bagi media digital yang selama ini berada di pinggiran. Di sisi lain, publik patut bertanya: apakah kualitas informasi tetap terjaga?

Sebab, jika standar pers masih jadi PR, maka alih-alih memperkuat komunikasi publik, justru berisiko menyebarkan informasi yang tidak akurat. Pemerintah tampaknya sadar akan hal ini. Dan kini, bola panas ada di tangan New Media Forum untuk membuktikan bahwa mereka layak dipercaya. [*Dik]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *