Lintas12.com, Jakarta – Bappenas tekankan perencanaan sistematis untuk pembangunan nasional. Target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6,3–7,5 persen menuju 8 persen di 2029. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh berjalan tanpa arah yang jelas. Menurutnya, fondasi utama pembangunan adalah perencanaan yang sistematis, terukur, dan terintegrasi, mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
“Dalam pembangunan, pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan akhir, namun merupakan alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pertumbuhan harus inklusif dan berkelanjutan,” ujar Rachmat saat membuka Kick Off Meeting Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2026 di Jakarta, Rabu.
Tiga Peran Strategis Musrenbangnas 2026
Musrenbangnas Tahun 2026 menjadi forum vital yang mempertemukan pemerintah pusat dan daerah. Bappenas mencatat setidaknya ada tiga peran strategis dari forum ini:
- Menyepakati arah kebijakan dan prioritas pembangunan tahun 2027 sebagai acuan bersama.
- Memastikan agenda prioritas Presiden diterjemahkan secara selaras ke dalam program daerah.
- Memperkuat sinergi pusat dan daerah dari sisi substansi, lokus prioritas, hingga pendanaan.
Target Ekonomi 2027: Akselerasi Menuju 8 Persen
Pemerintah menetapkan tahun 2027 sebagai fase akselerasi pertumbuhan berkualitas. Target pertumbuhan ekonomi pada tahun tersebut dibidik di kisaran 6,3–7,5 persen, yang menjadi jembatan menuju pertumbuhan 8 persen pada tahun 2029.
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri”. Tiga subtema utama yang menjadi prioritas RKP 2027 adalah:
- Produktivitas sebagai penggerak efisiensi nasional.
- Investasi sebagai katalis ekspansi ekonomi.
- Industri sebagai tulang punggung pertumbuhan berkelanjutan.
Perencanaan Rinci Berbasis Data
Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian PPN/Bappenas, Medrilzam, menekankan pentingnya data terperinci dalam proses perencanaan.
“Mulai tahun ini, perencanaan dilakukan secara lebih rinci karena data yang terperinci akan menentukan kejelasan proses ke depan,” ujar Medrilzam.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menajamkan lokus prioritas dengan menentukan lokasi dan jenis intervensi secara tepat.
RKP 2027 Jadi Dasar RAPBN 2027
Bappenas saat ini tengah mengawali proses penyusunan RKP 2027. Dokumen ini akan menjadi acuan bagi kementerian, lembaga, dan daerah dalam menyusun program pembangunan, sekaligus menjadi dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2027.
Dengan pendekatan yang sistematis dan berbasis data, pemerintah optimistis target pembangunan nasional dapat tercapai secara efektif, terpadu, dan tepat sasaran. Perencanaan yang matang hari ini adalah kunci keberhasilan pembangunan di masa depan. [*Fin]







