Lintas12.com, Los Angeles – Javier Bardem klaim narasi Palestine di Hollywood mulai berubah dan tak lagi dikendalikan. Ia justru makin banyak ditawari peran meski vokal kritis Israel. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Aktor pemenang Oscar asal Spanyol, Javier Bardem, menyatakan bahwa ruang diskursus terkait perang di Gaza kini mengalami pergeseran signifikan. Ia menegaskan bahwa narasi Palestine di Hollywood saat ini tak lagi dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu, dan para aktor yang bersuara lantang untuk mendukung Palestina tidak lagi menghadapi tingkat isolasi yang sama seperti sebelumnya.
Narasi Palestina di Hollywood Mulai Berubah
Berbicara kepada AFP di sela-sela Festival Film Cannes, Bardem mengungkapkan bahwa ia justru terus menerima tawaran pekerjaan akting, meskipun dikenal vokal mengkritik perang Israel di Gaza dan berulang kali menyerukan kebebasan bagi rakyat Palestina.
“Saya pikir penting untuk mengekspresikan sudut pandang Anda, dengan menyadari bahwa akan ada orang yang setuju dan yang tidak,” ujar Bardem. “Faktanya, sekarang justru sebaliknya—mereka (produser) semakin sering memanggil saya karena narasinya sedang berubah.”
Pernyataan ini meluruskan anggapan bahwa aksi boikot Hollywood terhadap artis pro-Palestina terjadi secara masif. Bardem mengakui memang ada seniman yang takut kehilangan pekerjaan akibat pandangan politiknya. Namun, pengalamannya sendiri justru berbeda berkat meningkatnya kesadaran internasional terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.
“Sekarang narasi tersebut tidak lagi seekuatif dulu dikendalikan oleh mereka yang selama ini mengendalikannya,” tegasnya. Bardem menambahkan bahwa masyarakat kian menyadari “konsekuensinya ketika Anda mendukung atau membenarkan genosida seperti yang sedang terjadi.”
Dari Panggung Oscars hingga Aksi Film Workers for Palestine
Aksi Javier Bardem kritik Israel bukanlah hal baru. Pada acara Academy Awards awal tahun ini, Bardem mencuri perhatian saat mempersembahkan penghargaan Film Internasional Terbaik. Di atas panggung, ia dengan tegas mendeklarasikan “Tidak untuk perang dan bebaskan Palestina” sambil memakai pin “No a la guerra” dan pin dukungan untuk Palestina.
Advokasinya terus berlanjut hingga penghargaan Emmy ke-77 pada 14 September 2025. Saat berjalan di karpet merah, Bardem mengenakan koufiyeh—simbol identitas Palestina—dan berbicara menentang “genosida di Gaza.” Ia bahkan menegaskan tidak mau bekerja dengan siapa pun yang membenarkan genosida. Bardem juga menandatangani komitmen Film Workers for Palestine bersama ribuan profesional industri hiburan yang berjanji tidak berkolaborasi dengan institusi yang dianggap terlibat dalam genosida dan apartheid.
Debat Backlash dan Kondisi Gencatan Senjata Gaza
Komentar Bardem muncul di tengah perdebatan yang terus berlanjut mengenai apakah para pelaku seni dukung Palestine sedang dimarjinalkan di Hollywood. Skenaris Irlandia-Skotlandia, Paul Laverty, yang juga duduk di juri Cannes tahun ini, menuduh industri tersebut melakukan blacklist terhadap seniman seperti Susan Sarandon, Bardem, dan Mark Ruffalo karena posisi pro-Palestina mereka. Sarandon sendiri sebelumnya pernah mengaku karier dan hubungan profesionalnya terdampak negatif usai mengutuk tindakan Israel.
Sementara itu, di lapangan, Israel terus melanggar gencatan senjata di Gaza yang berlaku sejak Oktober 2025. Dalam 24 jam terakhir, setidaknya 16 warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan pasukan Israel di hari ke-158 gencatan senjata.
Pada 16 Maret, jet tempur Israel menyerang selatan Khan Younis, sementara pasukan darat menembaki warga di timur Kota Gaza. Komandan Brigadir Al-Qassam, Nael Al-Barawi, juga dilaporkan syahid setelah mengembuskan napas akibat luka dari serangan seminggu sebelumnya. Sejak gencatan senjata berlaku pada 11 Oktober 2023, total 673 warga Palestina tewas dan 1.770 luka-luka. Sementara sejak awal konflik 7 Oktober 2023, korban tewas telah melampaui angka 72.234 jiwa dengan 171.852 luka-luka.
Penayangan Film “The Beloved” di Cannes 2025
Di ajang Javier Bardem Cannes 2025, aktor berusia 56 tahun itu hadir untuk pemutaran perdana film terbarunya, The Beloved, yang disutradarai Rodrigo Sorogoyen. Film ini mengisahkan seorang sutradara kembali ke Spanyol untuk bekerja dengan putrinya yang sudah terasing, diperankan oleh Victoria Luengo.
Menariknya, film tersebut juga menyentuh tema peran kolonial Spanyol di Sahara Barat, serta mengeksplorasi patriarki dan dominasi laki-laki. Suami dari aktris vokal Penélope Cruz ini menekankan pentingnya bagi laki-laki untuk mengkaji ulang norma sosial dan sikap warisan terhadap gender dan otoritas. [*dik]







