Lintas12.com, Istanbul – Kelompok Houthi Yaman berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Reaper AS di Marib. Puing rudal AGM-114R9X Ninja ditemukan berserakan. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Kelompok Houthi Yaman tembak jatuh drone canggih milik Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Pesawat nirawak MQ-9 Reaper dilaporkan jatuh di Provinsi Marib, wilayah timur Yaman, berdasarkan informasi dari media lokal pada Senin (18/5/2026).
Ledakan Keras dan Rudal Pertahanan Udara
Warga sekitar melaporkan mendengar ledakan keras di atas Kota Marib saat menyaksikan langsung peluncuran rudal pertahanan udara dari wilayah Sarwah, sebelah barat kota. Dua ledakan berturut-turut terdengar di udara, menurut sejumlah media lokal, termasuk platform pertahanan Defense Line. Insiden ini langsung menjadi viral di jagat maya.
Puing Drone MQ-9 Reaper dan Muatan Rudal Ninja Ditemukan
Para aktivis di media sosial setempat membagikan gambar yang diklaim menunjukkan puing MQ-9 Reaper serta muatan rudal yang berserakan di kawasan gurun timur Distrik Wadi. Tidak tanggung-tanggung, rudal AGM-114R9X “Ninja”——versi modifikasi dari rudal udara-ke-darat Hellfire yang dirancang untuk serangan presisi——tampak masih utuh di lokasi kejadian.
Konfirmasi Defense Line: Itu Drone AS Asli
Defense Line menyebutkan bahwa gambar-gambar yang beredar telah terkonfirmasi sebagai bangkai pesawat drone AS MQ-9 Reaper. Jenis drone ini biasa digunakan Amerika untuk operasi pengawasan dan kontra-terorisme di Yaman. Rudal Ninja AGM-114R9X sendiri dikenal karena tidak membawa ledakan tinggi, melainkan bilah-bilah logam yang memusnahkan target dari dalam.
Belum Ada Komentar Resmi
Hingga berita ini ditulis, belum ada komentar resmi dari pihak Houthi maupun militer AS terkait laporan peristiwa drone AS jatuh di Marib. Namun, jika dikonfirmasi, ini akan menjadi salah satu keberhasilan Houthi serang drone Amerika di tengah ketegangan Timur Tengah yang terus memanas.
Drone MQ-9 Reaper Bernilai Tinggi
MQ-9 Reaper adalah salah satu drone paling canggih di dunia, dengan harga lebih dari 30 juta dolar AS per unit. Kemampuannya terbang selama 27 jam non-stop membuatnya menjadi andalan AS di wilayah konflik seperti Yaman. Perang Yaman terbaru ini menunjukkan bahwa kelompok Houthi terus mengembangkan kemampuan pertahanan udaranya.
Tetap pantau Lintas12.com untuk perkembangan terkini dari insiden Houthi vs AS di Marib. [*Sod]







