Global  

Somalia Ancam Blokade Kapal Israel di Selat Bab Al-Mandeb, Krisis Laut Merah Kian Memanas

Somalia Ancam Blokade Kapal Israel di Selat Bab Al-Mandeb, Krisis Laut Merah Kian Memanas
Kini Bab-el-Mandeb menjadi wilayah bahaya!

MOGADISHU, LINTAS12.COM – Somalia mengancam blokade kapal Israel di Selat Bab Al-Mandeb sebagai respons pengakuan Somaliland. Ketahui dampak krisis Laut Merah bagi ekonomi global di Lintas 12 News.

Eskalasi ketegangan di kawasan perairan strategis kembali meningkat. Pemerintah Somalia secara resmi mengancam akan melakukan blokade kapal Israel yang melintasi Selat Bab Al-Mandeb di Laut Merah. Langkah berani ini diambil sebagai respons atas sikap Israel yang mengakui kemerdekaan wilayah separatis Somaliland.

Pengumuman tegas tersebut disampaikan oleh Duta Besar Somalia untuk Ethiopia dan Uni Afrika, Abdullah Warfa. Ia menegaskan bahwa Mogadishu melarang keras segala bentuk aktivitas kapal Israel di Teluk Aden dan pintu masuk Selat Bab Al-Mandeb, yang merupakan urat nadi perdagangan internasional.

Alasan Somalia Blokade Kapal Israel: Isu Kedaulatan Somaliland

Ketegangan diplomatik ini bermula saat Israel menunjuk duta besar untuk Somaliland, wilayah yang secara internasional masih dianggap sebagai bagian dari kedaulatan Somalia namun menyatakan memisahkan diri. Langkah Israel tersebut dipandang sebagai ancaman serius terhadap integritas wilayah Somalia.

“Keputusan ini adalah jawaban atas tindakan Israel yang mencampuri urusan dalam negeri kami dengan mengakui Somaliland,” ujar Warfa sebagaimana dilansir dari The New Arab.

Meskipun secara kekuatan militer konvensional Somalia tidak sebesar negara-negara tetangganya, para pengamat memperingatkan bahwa posisi geografis Somalia di pintu selatan Laut Merah memberikan daya tawar strategis yang tinggi dalam Krisis Laut Merah.

Kekuatan Drone dan Potensi Aliansi Somalia-Houthi

Ekonom Yaman, Rashid al-Haddad, menilai bahwa Somalia tidak memerlukan armada kapal perang besar untuk mengganggu jalur logistik dunia. Penggunaan senjata asimetris yang murah namun mematikan, seperti drone, dapat menimbulkan kerugian hingga jutaan dolar bagi industri pelayaran.

“Somalia bisa menggunakan drone murah untuk memberikan dampak besar. Ini adalah metode yang telah terbukti efektif dalam konflik modern di kawasan Teluk,” ungkap Al-Haddad.

Lebih jauh lagi, muncul kekhawatiran akan terbentuknya Aliansi Somalia Houthi. Kelompok Houthi di Yaman, yang telah lebih dulu melakukan blokade terhadap kapal-kapal terkait AS dan Israel, menyambut baik sikap tegas Mogadishu. Pejabat senior Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, menyatakan bahwa setiap kehadiran Israel di wilayah Somalia akan menjadi target serangan mereka.

Dampak Krisis Selat Bab Al-Mandeb Terhadap Ekonomi Global

Selat Bab Al-Mandeb adalah jalur air sempit selebar 29 kilometer yang menjadi kunci penghubung antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez. Sekitar 12 persen perdagangan global dan jutaan barel minyak mentah melintasi selat ini setiap harinya.

Jika ancaman Somalia blokade kapal Israel benar-benar terealisasi, dunia akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat, di antaranya:

  1. Pengalihan Rute Kapal: Perusahaan pelayaran terpaksa memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan, yang menambah waktu tempuh 10 hingga 14 hari.
  2. Lonjakan Biaya Logistik: Biaya pengiriman per kontainer diprediksi akan melonjak  USD1.500 hingga USD4.000.
  3. Fluktuasi Pasar Energi: Data EIA menunjukkan aliran minyak melalui selat ini sempat mencapai 8,7 juta barel per hari pada 2023. Gangguan di wilayah ini akan langsung memicu kenaikan harga BBM dunia.

Profesor Salvatore Mercogliano dari Akademi Kelautan Pedagang AS memperingatkan bahwa setiap serangan di wilayah ini juga dapat memicu reaksi keras dari Arab Saudi, mengingat pelabuhan utama mereka di Yanbu sangat bergantung pada stabilitas jalur Laut Merah.

Langkah Somalia ini menambah daftar panjang ketidakpastian di jalur pelayaran global, sekaligus mempertegas bahwa konflik geopolitik di Timur Tengah kini mulai menjalar lebih jauh ke arah Tanduk Afrika.[*finku]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *