Global  

Strait of Hormuz Kembali Dikendalikan Penuh Iran: AS Dituding Lakukan Pembajakan Laut

Strait of Hormuz Kembali Dikendalikan Penuh Iran: AS Dituding Lakukan Pembajakan Laut
Amerika tidak dapat dipercaya, Iran kembali tutup Selat Hormuz [Foto: Tasnim]

TEHERAN, LINTAS12.COM – Iran nyatakan Selat Hormuz kembali di bawah kendali ketat militer. AS dituding lakukan pembajakan laut setelah ingkari komitmen. Simak berita eksklusifnya hanya di Lintas 12 News.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz kini sepenuhnya kembali berada di bawah kendali ketat Angkatan Bersenjata Iran. Pernyataan ini sekaligus membatalkan kesepakatan sementara yang sempat membuka ruang bagi sejumlah kapal tanker asing.

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu (7/5), juru bicara tersebut mengungkapkan bahwa Iran sebelumnya telah memberi izin terbatas kepada sejumlah kapal tanker minyak dan kapal komersial untuk melintasi Selat Hormuz secara terkelola. Izin itu diberikan berdasarkan negosiasi yang dilakukan dengan itikad baik.

Namun, situasi berubah drastis setelah Amerika Serikat dinilai terus melakukan pelanggaran komitmen. Iran menyebut AS telah mengulangi “tindakan pembajakan dan perompakan laut” dengan dalih blokade.

“Akibatnya, kendali atas Selat Hormuz dikembalikan seperti semula. Jalur perairan strategis ini kini berada dalam pengelolaan dan pengawasan ketat Angkatan Bersenjata,” tegas juru bicara tersebut.

Lebih lanjut, Iran menyatakan bahwa hingga AS menghentikan pembatasan terhadap pergerakan bebas kapal-kapal Iran menuju negara tujuan maupun sebaliknya, maka situasi di Selat Hormuz akan terus berada dalam kondisi terkendali dan tidak berubah dari status sebelumnya.

Ancaman bagi Logistik Global di Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pengiriman minyak dunia, dengan sekitar 20% minyak mentah global melintasinya. Pengumuman ini berpotensi memicu lonjakan harga energi dan mengganggu rantai pasok internasional.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah AS belum memberikan tanggapan resmi. Namun, para analis memperkirakan bahwa Washington akan merespons dengan peningkatan patroli laut atau sanksi tambahan terhadap Teheran.

Pantau terus perkembangan terbaru seputar krisis Timur Tengah hanya di lintas12.com.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *