Lintas12.com, Jakarta – MUI dan Dubes Saudi bahas persiapan haji 2026, doakan jamaah Indonesia. Ada tambahan biaya Rp8 juta yang tidak dibebankan ke jamaah. Simak berita selengkapnya di halaman Lintas 12 News ini.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, menggelar pertemuan penuh makna di kediaman Dubes, Jakarta, Kamis malam (16/4). Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua pihak tidak hanya membahas teknis penyelenggaraan haji, tetapi juga mendoakan keselamatan dan kelancaran jamaah Indonesia yang akan bertolak ke Tanah Suci.
Dubes Saudi: “Tidak Ada Masalah, Haji Berjalan Sesuai Rencana”
Duta Besar Faisal memberikan jaminan penuh keamanan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi telah menyiapkan segalanya sesuai rencana.
“Semoga jamaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah haji dengan aman dan nyaman serta memperoleh pahala yang setimpal. Sekali lagi ditegaskan bahwa pelaksanaan haji tahun ini akan berjalan sesuai rencana. Tidak ada masalah,” ujar Faisal dengan tegas.
Ketua MUI: Indonesia Berterima Kasih atas Pelayanan Terbaik
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kerajaan Arab Saudi. Menurutnya, selama ini jamaah haji Indonesia selalu mendapatkan pelayanan terbaik, baik untuk haji maupun umrah.
“Kami menyampaikan terima kasih karena setiap tahun jamaah haji Indonesia mendapatkan pelayanan terbaik,” kata Anwar.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk bersama-sama menjaga kesakralan Tanah Suci sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat turunnya wahyu.
Ada Tambahan Biaya Rp8 Juta, Presiden Prabowo Ambil Kebijakan Mengejutkan
Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengungkapkan adanya kenaikan biaya penyelenggaraan haji sekitar Rp8 juta per jamaah. Namun, kabar baiknya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan bahwa tambahan biaya tersebut tidak dibebankan kepada jamaah.
“Karena itu, kami meminta semua pihak untuk menghentikan peperangan,” ujar Marwan, merujuk pada konflik Timur Tengah yang berdampak pada harga minyak dunia dan biaya logistik haji.
Sikap Tegas MUI: Indonesia Menentang Penjajahan
Tak hanya soal haji, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Anwar Iskandar menegaskan sikap resmi Indonesia yang tidak membenarkan penjajahan dalam bentuk apapun.
“Indonesia adalah negara yang tidak membenarkan penjajahan karena melanggar prinsip hubungan internasional dan hak asasi manusia. Menghilangkan nyawa manusia sangat dilarang dalam ajaran agama. Karena itu, peperangan harus segera dihentikan,” tegasnya.
Dubes Faisal pun mengapresiasi sikap konsisten MUI yang selalu berdiri bersama Kerajaan Arab Saudi, terutama dalam menyikapi konflik di kawasan.
“Tentu sikap MUI tidak diragukan, selalu berdiri bersama Kerajaan Arab Saudi. Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim, sementara Arab Saudi merupakan tempat turunnya wahyu dan kota-kota suci,” pungkas Faisal.
Daftar Pengurus MUI yang Hadir
Selain Ketua Umum Anwar Iskandar, turut hadir pula Wakil Ketua Umum MUI: Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal: Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum: Misbahul Ulum, dan Ketua Bidang Fatwa: Asrorun Ni’am Sholeh.
Pertemuan ini menjadi sinyal positif bahwa kerja sama Indonesia-Arab Saudi di bidang ibadah haji terus berjalan harmonis, ditengah tantangan global yang semakin kompleks.
Reporter: Tim Lintas12
Editor: Redaksi







