Lintas12.com, Jakarta – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto: Kekayaan alam Indonesia dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat. Petani, nelayan, hingga UMKM jadi prioritas. Simak kabar berita pilihan terpercaya selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia harus benar-benar dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat, bukan hanya dinikmati oleh kelompok elite atau korporasi besar.
Pernyataan tegas itu disampaikan Hasto saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Masjid At-Taufiq, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (2/6/2026).
Pasal 33 UUD 1945 sebagai Landasan Utama
Dalam amanatnya, Hasto mengingatkan bahwa Pasal 33 UUD 1945 secara gamblang mengamanatkan penguasaan negara atas bumi, air, dan kekayaan alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Amanat terpentingnya adalah rakyat menjadi orientasi kebijakan dan pihak yang menerima manfaat tertinggi dari pendayagunaan seluruh kekayaan negara,” ujar Hasto.
Menurutnya, momentum peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 ini harus menjadi refleksi bagi para pengambil kebijakan agar masyarakat lapisan bawah tidak terpinggirkan dari pembangunan.
Keadilan Sosial Bukan Sekadar Seremonial
Hasto menilai peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan. Harus ada evaluasi nyata terhadap pelaksanaan keadilan sosial di tengah masyarakat.
“Peringatan Hari Lahir Pancasila harus disertai kontemplasi dan pertanyaan kritis untuk melihat realitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara kita,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pergeseran demokrasi ekonomi yang semakin sentralistis, sehingga berpotensi mengurangi ruang bagi kedaulatan ekonomi rakyat di tingkat akar rumput.
Petani, Nelayan, hingga UMKM Jadi Prioritas
Hasto mengingatkan bahwa Pancasila lahir dari semangat membebaskan rakyat dari penjajahan dan penindasan. Karena itu, petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, dan pelaku UMKM harus menjadi pusat perhatian dalam setiap kebijakan ekonomi.
“Pancasila mengandung tekad untuk membebaskan rakyat Indonesia dari berbagai belenggu penjajahan dan penindasan,” katanya.
Pesan Megawati: Jadilah Banteng Sejati
Di akhir pidatonya, Hasto menyampaikan pesan langsung dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader partai konsisten memperjuangkan hak-hak masyarakat.
“Karena itulah pesan Ibu Mega, jadilah banteng-banteng sejati yang membela setiap rakyat yang tertindas di seluruh lapisan Indonesia,” ujar Hasto.
Deretan Tokoh Hadir, Megawati Ikut Daring
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, antara lain Ganjar Pranowo, Basuki Tjahja Purnama (Ahok), Tri Rismaharini, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, Wiryanti Sukamdani, Charles Honoris, Darmadi Durianto, Deddy Sitorus, Mercy Chriesty Barends, Bintang Puspayoga, Yasonna Laoly, Yoseph Aryo Adhi Dharmo, dan Yuke Yurike.
Sementara itu, Megawati Soekarnoputri mengikuti jalannya upacara secara daring. [*fin]







