Sosial  

Gak Cuma Pakai Kebaya! Menag Nasaruddin Umar Tantang ASN Kemenag Berani Berpikir Beda ala Kartini

Gak Cuma Pakai Kebaya! Menag Nasaruddin Umar Tantang ASN Kemenag Berani Berpikir Beda ala Kartini
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam peringatan Hari Kartini di Kantor Kementerian Agama [Foto: Humas Kemenag RI]

lintas12.com, Jakarta – Menag Nasaruddin Umar: Teladani Kartini bukan sekadar simbol. ASN Kemenag harus berani berpikir beda dan peka sosial. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News ini.

Peringatan Hari Kartini di Kementerian Agama (Kemenag) tahun ini terasa berbeda. Menteri Agama Nasaruddin Umar tidak ingin para Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya sekadar mengenakan pakaian adat atau menggelar lomba mewarnai. Ia menantang mereka untuk berani berpikir beda dan bertindak nyata seperti Kartini.

Dalam apel peringatan Hari Kartini di halaman kantor pusat Kemenag, Jakarta, Selasa (21/4/2026), Menag dengan tegas menyatakan bahwa meneladani Kartini tidak cukup pada simbol.

“Raden Ajeng Kartini adalah sosok luar biasa yang dapat kita sebut sebagai pelopor kesadaran kemerdekaan perempuan Indonesia. Di usia muda, beliau sudah berani mempertanyakan berbagai kondisi sosial di lingkungannya,” ujar Menag.

Menag menyoroti bagaimana Kartini muda berani mengkritisi praktik sosial yang membatasi ruang gerak perempuan, seperti tradisi pingitan dan minimnya akses pendidikan. Menurutnya, keberanian itulah yang harus ditiru oleh seluruh ASN, baik laki-laki maupun perempuan, dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Yang perlu kita teladani adalah keberanian berpikir, kepekaan sosial, dan semangat untuk terus memberi manfaat. Ini relevan bagi kita semua dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Menag Nasaruddin juga mengingatkan bahwa latar belakang Kartini sebagai seorang priyayi tidak membuatnya buta terhadap ketidakadilan. Justru dari lingkungan itulah lahir pemikiran-pemikiran kritis yang mengubah sejarah. Ia pun mengajak ASN Kemenag untuk tidak takut berbeda asalkan demi kemajuan bersama.

Peringatan Hari Kartini tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, tanpa membedakan latar belakang maupun gender, serta mengedepankan keberanian dan kepekaan sosial dalam setiap kebijakan. (lintas12/dik)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *