Kemendiktisaintek Dorong PTNU Jadi Garda Terdepan Atasi Ketidaksesuaian Lulusan dengan Dunia Kerja

Kemendiktisaintek Dorong PTNU Jadi Garda Terdepan Atasi Ketidaksesuaian Lulusan dengan Dunia Kerja
Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Prof. Badri Munir Sukoco saat memberikan paparannya di hadapan sejumlah pimpinan PTNU Se-Jatim di Pasuruan, Sabtu (18/4/2026). [Foto: UNU Pasuruan]

Lintas12.com, Pasuruan – Sekjen Kemendiktisaintek dorong PTNU atasi ketimpangan lulusan & kebutuhan industri. Kreatif, inovatif, dan sains jadi kunci Indonesia Emas 2045. Simak berita selengkapnya di halaman Lintas 12 News.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) secara tegas mendorong perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama (PTNU) untuk mengambil peran utama dalam menyelesaikan masalah klasik dunia pendidikan: ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Badri Munir Sukoco, dalam acara Halal Bihalal dan Sarasehan Pendidikan NU yang digelar oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT) PWNU Jawa Timur di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan, Sabtu lalu.

PTNU Harus Relevan dengan Ekonomi Masa Depan

Dalam sambutannya di hadapan para pimpinan PTNU se-Jawa Timur, Badri menegaskan bahwa dunia pendidikan tinggi tidak bisa lagi berjalan sendiri tanpa menyelaraskan diri dengan dinamika industri yang bergerak sangat cepat.

“PTNU harus menjadi garda terdepan dalam mentransformasi sumber daya manusia Indonesia agar relevan dengan kebutuhan ekonomi masa depan,” ujar Badri.

Ia menambahkan bahwa lulusan perguruan tinggi saat ini dituntut untuk adaptif, kompetitif, serta mampu menjawab tantangan zaman. Tanpa keselarasan kurikulum dan kebutuhan pasar, maka akan terjadi kesenjangan yang menghambat pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan.

Soroti Kelas Kreatif dan Jebakan Negara Berpendapatan Menengah

Tak hanya berbicara soal kurikulum, Badri juga mengangkat konsep kelas kreatif (creative class). Menurutnya, kelompok masyarakat inovatif ini adalah faktor kunci kemajuan bangsa.

“Jika sekitar 20 persen SDM Indonesia memiliki kapasitas inovasi tinggi, maka kita berpeluang keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle-income trap),” jelasnya.

PTNU dinilai memiliki potensi luar biasa karena didukung oleh basis massa NU yang sangat luas. Dengan orkestrasi pendidikan yang tepat, warga NU bisa menjadi motor utama kemajuan menuju Indonesia Emas 2045.

Perkuat Sains dan Teknologi, Perkuat Sinergi

Lebih lanjut, Badri menekankan pentingnya penguatan bidang sains dan teknologi di lingkungan PTNU. Menurutnya, inovasi yang lahir dari kampus akan meningkatkan kompleksitas ekonomi nasional dan memperkuat kedaulatan iptek.

Melalui sarasehan ini, diharapkan PTNU di Jawa Timur mampu memperkuat sinergi antarkampus, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menciptakan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat global.

Penutup: Momentum Transformasi bagi PTNU

Acara yang berlangsung khidmat sekaligus dinamis ini menjadi penanda baru bahwa PTNU tidak boleh lagi sekadar menjadi lembaga pendidikan massal, tetapi harus bertransformasi menjadi pusat unggulan inovasi dan relevansi industri.

Dengan langkah konkret dan kolaborasi berkelanjutan, harapan untuk menekan angka ketidaksesuaian lulusan (mismatch) antara dunia pendidikan dan dunia kerja bisa segera terwujud. (*)

Reporter: Tim Lintas12
Editor: Redaksi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *