Lintas12.com, Jakarta | Prabowo dan Macron bahas alutsista, energi hijau, hingga ekonomi kreatif. RI-Prancis perkuat hubungan strategis berkelanjutan. Simak berita lengkapnya di halaman Lintas 12 News ini.
Pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Selasa (14/4) tidak hanya membahas pengadaan alutsista. Lebih dari itu, kedua pemimpin dunia juga menyentuh sektor yang jarang menjadi sorotan dalam kunjungan kenegaraan: ekonomi kreatif.
Dalam unggahan resmi di media sosial, Prabowo mengungkapkan bahwa pembahasan dengan Macron mencakup penguatan industri pertahanan, transisi energi, infrastruktur, transportasi, pendidikan, hingga ekonomi kreatif. Ya, ekonomi kreatif—sektor yang selama ini lebih identik dengan anak muda dan startup—kini masuk dalam agenda diplomasi tingkat kepala negara.
“Termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi hingga pendidikan dan ekonomi kreatif,” tulis Prabowo, dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Rabu (16/4).
Prancis: Mitra Strategis RI di Eropa
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memandang Prancis sebagai salah satu mitra strategis utama di kawasan Eropa. Bukan sekadar hubungan diplomatik biasa, tetapi kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
“Sebagai salah satu mitra penting di kawasan Eropa, Indonesia terus mendorong kerja sama berkelanjutan dengan Prancis guna membuka peluang kolaborasi baru yang semakin konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” ujar Prabowo.
Sambutan Kehormatan ala Istana Elysee
Kedatangan Prabowo di Istana Elysee disambut dengan penuh hormat oleh pasukan kehormatan (guard of honor) Prancis. Dentingan musik dari satuan militer mengiringi langkah Prabowo, sementara Presiden Macron terlihat menunggu di teras istana sebelum berjalan menyambut tamunya di pelataran.
Prabowo tiba di Paris pada Senin (13/4) pukul 23.50 waktu setempat, setelah menyelesaikan agenda diplomatik penting di Moskow, Rusia, bersama Presiden Vladimir Putin. Kunjungan ke Paris ini menjadi kelanjutan dari rangkaian diplomasi strategis Indonesia di Eropa.
Apa Artinya bagi Kita?
Masuknya ekonomi kreatif dalam pembahasan bilateral ini menandakan bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pasar atau pembeli alutsista, tetapi juga ingin membuka jalur kerja sama di sektor-sektor yang menyentuh langsung kehidupan generasi muda. Mode, film, desain, kuliner, hingga konten digital berpotensi menjadi ladang kolaborasi baru antara Indonesia dan Prancis.
Dengan langkah ini, Prabowo menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia tidak lagi kaku dan konvensional, tapi mulai merangkul sektor-sektor yang dinamis dan berorientasi masa depan.
Pantas ditunggu: apa wujud konkret kerja sama ekonomi kreatif RI-Prancis selanjutnya? [Red]







