Jakarta – Mendikdasmen Abdul Mu’ti luncurkan kebijakan work from home (WFH) seminggu sekali. Efisiensi birokrasi tanpa hentikan layanan pendidikan. Simak berita selengkapnya di halaman ini!
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, secara resmi mengajak jajaran ASN dan satuan pendidikan untuk mentransformasi budaya kerja. Langkah strategis ini bukan tanpa alasan; ia mengaitkannya langsung dengan penguatan ketahanan nasional melalui gerakan hemat energi.
Dalam kebijakan terbarunya, Mu’ti menginstruksikan penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya selama satu hari kerja setiap minggu, tepatnya pada hari Jumat.
“Kami percaya, dengan semangat gotong royong, ASN, satuan pendidikan, dan masyarakat bisa bergerak bersama. Transformasi ini memastikan layanan tetap hadir untuk semua,” tegas Abdul Mu’ti di Jakarta Pusat, Sabtu.
WFH: Rincian Kebijakan Strategis
Implementasi kebijakan ini bertumpu pada beberapa arah utama:
- Penerapan WFH setiap Jumat (bukan libur, tetap bekerja penuh).
- Efisiensi kendaraan dinas dan pengurangan perjalanan dinas.
- Optimalisasi transportasi publik serta perluasan area Car Free Day (CFD).
Mu’ti menegaskan bahwa perubahan cara kerja ini justru dirancang untuk memastikan layanan pendidikan berjalan lebih optimal dan bermutu. Efisiensi energi dan gaya hidup berkelanjutan dinilai sebagai upaya kolektif membangun masa depan yang adaptif.
“Work From Home bukan berarti libur. Layanan kepada masyarakat tetap berjalan dan mudah diakses. Pendidikan bermutu harus dirasakan oleh semua,” ujar Mu’ti.
Para pemda juga diminta segera memfasilitasi jalur sepeda dan mendukung penuh gerakan ini. Dengan langkah ini, Kementerian berharap birokrasi di sektor pendidikan menjadi lebih lincah, efisien, dan tetap melayani tanpa henti.







