Jakarta, Lintas12.com – Presiden Prabowo perintahkan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Rp371,1 T aset negara diselamatkan dari korupsi & ilegal logging. Simak berita lengkapnya di halaman Lintas 12 News ini.
Presiden RI Prabowo Subianto dengan lantang menegaskan bahwa hukum bukan sekadar aturan, melainkan senjata utama untuk mengamankan kekayaan bangsa. Tanpa kekayaan, kata dia, kesejahteraan rakyat hanya mimpi.
“Hukum adalah instrumen untuk menjaga kekayaan bangsa dan negara. Tanpa kekayaan bangsa dan negara, tidak mungkin rakyat kita hidup sejahtera,” ujar Prabowo di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Pernyataan tegas itu disampaikannya saat acara penyerahan denda administratif, penyelamatan keuangan negara, dan penguasaan kembali kawasan hutan tahap VI. Di hadapan jajaran Kejaksaan dan Kementerian Keuangan, Prabowo menyoroti praktik merugikan negara yang masih subur: korupsi, penyelundupan, tambang ilegal, hingga penyalahgunaan wewenang.
Prabowo: Tidak Ada Tebang Pilih
Presiden menegaskan komitmennya untuk tidak pandang bulu. Siapa pun pelanggar, akan ditindak.
“Saya akan menggunakan semua wewenang dan kekuasaan yang diberikan UUD 1945 kepada Presiden RI untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Dia juga menginstruksikan aparat penegak hukum serta kementerian terkait untuk memperkuat koordinasi memberantas pelanggaran yang membocorkan keuangan negara.
Rp371,1 Triliun Diselamatkan, Rp11,4 Triliun Masuk Kas Negara
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang mulai beroperasi Februari 2025 telah mencatat pencapaian luar biasa. Total aset negara yang diselamatkan menyentuh angka Rp371,1 triliun.
Dalam acara yang sama, secara simbolis diserahkan dana Rp11,4 triliun ke kas negara. Dana itu berasal dari penagihan denda administratif, penerimaan pajak, dan penyelamatan keuangan negara dari tindak pidana korupsi periode awal 2026.
Penyerahan dilakukan Jaksa Agung kepada Menteri Keuangan dan disaksikan langsung Presiden.
‘Sudah Terlalu Lama Kekayaan Rakyat Dirampok’
Dengan nada emosional, Prabowo mengingatkan bahwa bekerja di pemerintahan adalah pengabdian, bukan mencari untung.
“Bekerja di pemerintahan adalah pengorbanan dan pengabdian. Sudah terlalu lama kekayaan bangsa dan rakyat dirampok,” ucapnya.
Presiden mengajak seluruh elemen bangsa menjunjung kejujuran, keadilan, dan nasionalisme. Namun dia sadar, langkah tegasnya akan mendapat perlawanan.
“Semakin kita tegas, semakin kita teguh, semakin kita membela rakyat, semakin kita akan dilawan, semakin kita akan diserang,” pungkasnya.
Dengan komitmen hukum tanpa kompromi ini, publik menanti apakah langkah Prabowo benar-benar mampu mengembalikan kekayaan negara ke pangkuan rakyat. (Lintas12.com/SOD)







