Global  

AS Percepat Produksi Blackbeard: Senjata Hipersonik Nyaris Mustahil Dicegat di Tengah Siaga Satu China-Rusia

AS Percepat Produksi Blackbeard: Senjata Hipersonik Nyaris Mustahil Dicegat di Tengah Siaga Satu China-Rusia
Perangkat uji yang telah digunakan Castelion dalam pengujian sebelumnya terkait Blackbeard di depan peluncur yang dimuat di atas truk. [Sumber: Perusahaan Castelion]

Lintas12.com, Jakarta – AS percepat produksi senjata hipersonik Blackbeard. Nyaris mustahil dicegat, 353 unit siap pada 2027. Tantangan China dan Rusia dalam perlombaan hipersonik. Simak Kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News.

Di tengah meningkatnya rivalitas global yang menempatkan China dan Rusia dalam status siaga satu, Amerika Serikat secara dramatis mempercepat pengembangan serta produksi senjata hipersonik generasi terbaru. Senjata ini diberi nama Blackbeard, diklaim nyaris mustahil dicegat oleh sistem pertahanan konvensional mana pun.

Keputusan ini menjadi sinyal nyata bahwa perlombaan teknologi militer memasuki babak baru: era kecepatan luar biasa yang mengubah keseimbangan kekuatan dunia.

Blackbeard, Pemenang Program MACE yang Produksinya Dipacu

Berdasarkan dokumen anggaran Tahun Fiskal 2027 yang dirilis Angkatan Laut AS, program Multi-mission Affordable Capacity Effector (MACE) resmi memilih Blackbeard—produk perusahaan pertahanan Castellion—sebagai pemenang. Proses seleksi berlangsung relatif singkat, dimulai dari permintaan informasi oleh NAVAIR lebih dari dua tahun lalu hingga masuk alokasi anggaran resmi.

353 Unit pada 2027, Target Produksi Massal Hingga 1.375 Unit

Pada tahun fiskal 2027, Angkatan Laut AS akan mulai membeli amunisi MACE dalam jumlah besar untuk pertama kalinya. Sebanyak 353 unit all-up rounds (AUR) akan diproduksi dengan pendanaan sekitar 156 juta dolar AS.

Capaian ini langsung menjadikan Blackbeard sebagai sistem serangan hipersonik paling melimpah dalam arsenal penerbangan Angkatan Laut AS. Target produksi jangka panjang pun ambisius:

  • 2028: 691 unit
  • 2029: 976 unit
  • 2030: 1.115 unit
  • 2031: 1.375 unit

Program ini dijadwalkan mencapai Kemampuan Operasional Awal (IOC) pada 2027.

Mengapa Blackbeard Nyaris Mustahil Dicegat?

Keunggulan utama senjata baru AS yang nyaris mustahil dicegat ini terletak pada kombinasi:

  1. Kecepatan hipersonik (lebih dari Mach 5)
  2. Desain presisi dengan hulu ledak sekitar 95 pon, difokuskan untuk target sensitif waktu (time-sensitive targets)
  3. Jangkauan setara rudal anti-kapal AGM-158C LRASM (lebih dari 200 mil laut, potensi hingga 500 mil laut)

Pendekatan desain Blackbeard berbeda fundamental dari rudal konvensional. Ia tidak mengandalkan daya hancur besar, tetapi kecepatan dan presisi ekstrem yang mempersempit waktu reaksi lawan hingga hampir nol.

F-35C Bawa 4 Blackbeard dalam Ruang Siluman

Integrasi senjata hipersonik ke dalam platform siluman menjadi lompatan strategis. Pada F-35C Lightning II, ukuran Blackbeard memungkinkan pesawat membawa hingga empat unit di ruang senjata internal.

Artinya, pesawat tempur siluman AS dapat mempertahankan jejak radar rendah (low observable signature) sambil membawa kemampuan serangan berkecepatan hipersonik. Kombinasi ini sebelumnya sulit dicapai dan memperkuat konsep network-centric warfare.

Dari Laut, Udara, hingga Darat (HIMARS)

Tidak hanya untuk Angkatan Laut, Blackbeard juga dipertimbangkan untuk diintegrasikan dengan M142 HIMARS milik Angkatan Darat AS. Pendekatan multi-platform ini menciptakan kemampuan serangan lintas domain—dari kapal perang, jet tempur, hingga peluncur darat—yang memperumit kalkulasi musuh.

China dan Rusia dalam Perlombaan Hipersonik

Percepatan produksi Blackbeard tidak dapat dilepaskan dari kompetisi tiga negara adidaya: AS, China, dan Rusia dalam teknologi hipersonik.

  • Rusia mengklaim telah mengoperasikan sistem Kinzhal dan Avangard.
  • China mempercepat pengembangan kendaraan luncur hipersonik dan sistem serangan jarak jauh.

Dengan China dan Rusia dalam status siaga satu, AS mengejar ketertinggalan sekaligus berupaya menjaga keseimbangan teknologi. Senjata hipersonik menjadi simbol pergeseran dari kompetisi nuklir menuju kecepatan, presisi, dan kemampuan penetrasi pertahanan.

Dampak pada Keseimbangan Kekuatan Global

Munculnya senjata hipersonik dalam jumlah besar mengubah keseimbangan kekuatan dunia. Sistem pertahanan tradisional menjadi kurang efektif karena waktu serang yang sangat singkat. Negara-negara lain dipaksa menyesuaikan strategi militer.

Program MACE dan Blackbeard menandai bahwa teknologi hipersonik kini memasuki fase industrialisasi, bukan lagi eksperimental. Jika target produksi tercapai, Blackbeard berpotensi menjadi tulang punggung serangan cepat Angkatan Laut AS dalam dekade mendatang.

Kesimpulan

AS mempercepat produksi Blackbeard sebagai respons atas siaga satu China dan Rusia. Dengan kecepatan hipersonik, desain siluman, serta produksi massal hingga ribuan unit, senjata ini nyaris mustahil dicegat dan akan mengubah cara perang modern. Perlombaan hipersonik telah dimulai, dan masa depan peperangan akan ditentukan oleh siapa yang tercepat, paling presisi, dan mampu memproduksi secara massal.[*dik]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *