Lintas12.com – Cegah batu ginjal tidak cukup hanya dengan perbanyak minum air. Dokter urologi jelaskan faktor lain seperti pola makan hingga riwayat keluarga. Simak informasi selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Batu ginjal merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat umum terjadi dan sering kali menimbulkan rasa sakit luar biasa. Banyak orang berpikir bahwa dengan sekadar memperbanyak minum air putih, mereka bisa terhindar dari penyakit ini. Namun, menurut para ahli urologi, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Mitos vs Fakta Seputar Hidrasi dan Batu Ginjal
Memang benar bahwa minum air putih membantu menurunkan risiko terbentuknya batu ginjal. Namun, para dokter menegaskan bahwa cegah batu ginjal tidak bisa hanya mengandalkan asupan cairan.
“Orang sering mendapat ‘resep air’ untuk mencegah batu ginjal karena risiko dehidrasi. Air membantu mengencerkan urine sehingga mineral tidak mudah menggumpal. Tapi, air saja tidak cukup. Pola makan, riwayat keluarga, penyakit penyerta, dan gaya hidup juga sangat berpengaruh,” jelas Dr. Vineet Malhotra, Spesialis Urologi & Andrologi di VNA Hospital.
Tidak Semua Batu Ginjal Sama Jenisnya
Dalam artikel yang dirangkum lintas12.com, batu ginjal terbagi menjadi beberapa jenis, seperti:
- Kalsium oksalat
- Asam urat
- Sistin
Setiap jenis memiliki penyebab yang berbeda. Misalnya, konsumsi garam tinggi dapat membuat kalsium lebih banyak terbuang lewat urine, sehingga memicu pembentukan batu. Makanan olahan, daging merah, dan minuman manis juga berkontribusi besar.
Cara Mencegah Batu Ginjal Selain Minum Air Putih
Dokter urologi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada pengobatan rumahan atau saran dari internet semata. Minum air lemon atau ramuan alami lainnya tidak memberikan jaminan perlindungan penuh.
Berapa Banyak Air yang Dianjurkan?
Bukan sekadar “perbanyak minum”, tetapi kebutuhan setiap orang berbeda tergantung:
- Cuaca dan suhu lingkungan
- Tingkat aktivitas fisik
- Kondisi kesehatan individu
Secara umum, para ahli menyarankan agar urine tampak jernih atau kuning muda sepanjang hari.
Kesimpulan dari Pakar Urologi
Cegah batu ginjal adalah pendekatan gaya hidup menyeluruh, bukan hanya soal jumlah air yang diminum.
Jika Anda mengalami batu ginjal berulang, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk mengetahui akar penyebabnya, bukan sekadar mengandalkan “resep air” tanpa pengawasan dokter.
Disclaimer Medis: Artikel ini hanya bersifat informatif dan edukatif umum, bukan merupakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan. Individu yang mengalami gejala batu ginjal atau masalah saluran kemih berulang disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi.
Penulis: Tim Redaksi Kesehatan Lintas 12 News







