Jakarta, Lintas12.com – Presiden Prabowo: Bung Karno bukan milik satu partai, tapi milik seluruh bangsa. Simak pernyataan lengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Presiden RI Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan bahwa Proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia, Soekarno atau akrab disapa Bung Karno, bukanlah milik satu partai politik tertentu. Menurut Prabowo, Bung Karno milik seluruh bangsa Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berkunjung ke Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (14/5/2026). Dalam pidatonya, ia mengungkapkan rasa hormatnya yang mendalam terhadap pemikiran sang founding father.
“Sebetulnya saya yang banyak belajar dari ajaran-ajarannya Bung Karno. Maaf, Bung Karno bukan milik satu partai, Bung Karno adalah milik seluruh bangsa Indonesia,” ujar Prabowo dengan tegas.
Belajar dari Ajaran Bung Karno dan Para Pendiri Bangsa
Prabowo mengaku banyak mempelajari ajaran Bung Karno serta memahami secara utuh pemikiran para pendiri bangsa. Tak hanya Soekarno, ia juga menyebut nama-nama besar seperti Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir sebagai tokoh bangsa yang menjadi milik seluruh rakyat Indonesia.
Menurutnya, Indonesia bisa menjadi negara yang kuat dan maju apabila seluruh elemen bangsa mampu bersatu dan menghimpun kekuatan bersama.
Politik Luar Negeri Bebas Aktif dan Hubungan Baik dengan Negara Tetangga
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyinggung politik luar negeri Indonesia yang menganut prinsip bebas aktif. Ia menekankan pentingnya menjalin hubungan baik dengan berbagai negara di tengah situasi global yang panas.
“Banyak kawasan sedang perang, Indonesia bebas aktif. Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Kita hormati semua,” katanya.
Prabowo membeberkan bahwa pemerintah saat ini menerapkan kebijakan bertetangga yang baik. Sejumlah perjanjian dengan Singapura yang sempat tertunda bertahun-tahun kini telah diselesaikan. Hubungan Indonesia dengan Vietnam dan China juga terus diperbaiki.
“Alhamdulillah sekarang di Natuna tidak sering terjadi ribut,” ujarnya.
Tak hanya itu, hubungan Indonesia dengan Malaysia, Papua Nugini, Australia, dan Thailand pun disebut berjalan dengan baik dan harmonis.
Budaya Hormat Indonesia Mampu Sentuh Hati Pemimpin Fiji
Prabowo juga menceritakan pengalaman haru saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Ligamamada Rabuka, di Istana Merdeka pada April tahun lalu. Sang pemimpin Fiji disebut terharu atas sambutan hangat Indonesia kepada negaranya yang hanya berpenduduk sekitar satu juta jiwa.
“Itulah Indonesia, bahwa kita hormat ajaran kita, ajaran kiai-kiai kita, ajaran orang tua kita adalah hormat kepada orang tua, hormat kepada guru, hormat kepada tamu. Itu yang diajarkan kepada kita, itulah budaya Indonesia,” pungkas Prabowo.
Dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap para tokoh bangsa, Prabowo ingin mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga persatuan dan menghidupi nilai-nilai luhur Pancasila yang diwariskan oleh tokoh bangsa Soekarno, Hatta, dan Sjahrir. [*L12 | Fin]







