Jakarta, Lintas12.com – Anggota DPR Meitri Citra Wardani ingatkan edukasi publik soal pilah sampah organik, anorganik, hingga B3 kunci atasi TPA overcapacity. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Persoalan tumpukan sampah di berbagai daerah di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, menegaskan bahwa edukasi publik soal pilah sampah adalah kunci utama yang selama ini belum maksimal dilakukan pemerintah.
Menurut Meitri, cara memilah sampah rumah tangga—baik organik, anorganik, plastik, hingga limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun)—harus diajarkan secara sistematis kepada masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (13/5).
“Mengedukasi masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan itu sangat penting. Namun, tidak cukup hanya sampai di situ. Perlu juga ditekankan tentang pentingnya membangun pengetahuan masyarakat agar ‘melek sampah’, yakni pengetahuan soal bagaimana menyikapi berbagai jenis sampah,” ujar Meitri.
Pentingnya Edukasi Publik Soal Pilah Sampah di Tengah TPA Overcapacity
Saat masa reses, Meitri melakukan peninjauan langsung ke sejumlah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di daerah pemilihannya, Mojokerto, Jawa Timur. Hasilnya, ia menemukan bahwa masih banyak TPA yang mengalami overcapacity (kelebihan kapasitas).
“Kami menemukan bahwa masih ada TPA yang mengalami overcapacity sehingga membutuhkan pembenahan dari segi tata kelola dan dukungan sarana dan prasarana untuk menunjang operasional,” jelasnya.
Menurut politisi tersebut, persoalan sampah bukan hanya masalah daerah, tetapi telah menjadi persoalan nasional yang membutuhkan solusi komprehensif. Tanpa edukasi publik yang masif, solusi teknis seperti pembangunan infrastruktur pengolahan sampah akan sulit berhasil.
Harapan kepada Menteri Lingkungan Hidup Baru
Meitri berharap kehadiran menteri baru di Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dapat membawa angin segar. Ia ingin kebijakan yang lahir benar-benar solutif dan berpihak pada rakyat.
“Mudah-mudahan, menteri baru di KLH bisa mewujudkan kebijakan-kebijakan yang solutif terkait penanganan sampah dan memastikan amanat Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang Bebas Sampah dapat dilaksanakan dengan sebenar-benarnya,” katanya.
Komisi XII Siap Mengawal Kinerja Menteri
Lebih lanjut, Meitri menegaskan bahwa Komisi XII DPR akan mendukung dan mengawal kinerja Menteri Lingkungan Hidup yang baru. Hal ini agar dampak positifnya langsung dirasakan masyarakat.
“Komisi XII DPR akan mendukung dan mengawal kinerja Menteri Lingkungan Hidup yang baru agar dampak positifnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal itu bisa dimulai dengan memastikan masalah sampah dan pencemaran lingkungan dapat tertangani dengan baik,” pungkasnya.
Kesimpulan Redaksi:
Edukasi publik soal pilah sampah bukan sekadar imbauan, melainkan fondasi bagi terciptanya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Tanpa keterlibatan aktif masyarakat yang “melek sampah”, berbagai fasilitas TPA modern sekalipun akan cepat penuh dan tidak efektif. [*fin]







