Makkah, Lintas12.com – Bus Shalawat Makkah operasi 24 jam. Jemaah haji wajib hafal nomor rute dan terminal tujuan agar tidak tersesat. Simak detil rute Syib Amir, Ajyad, Jabal Ka’bah di laman Lintas 12 News.
Layanan transportasi bagi jemaah haji Indonesia di Makkah tahun ini kian dipermudah. Bus Shalawat, moda andalan menuju Masjidil Haram, resmi beroperasi penuh selama 24 jam. Namun, ada satu kunci utama yang wajib diingat setiap jemaah: hafal nomor rute dan nomor bus pulang-pergi.
Jika jemaah lupa nomor bus, mereka berisiko tersesat dan kesulitan kembali ke hotel.
Kenapa Nomor Rute Bus Shalawat Sangat Penting?
Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa sistem bus shalawat tidak berjalan secara acak, melainkan menggunakan trayek terintegrasi. Setiap hotel berada dalam zona halte tertentu, dan setiap halte terhubung ke terminal besar di sekitar Masjidil Haram melalui nomor rute tetap.
“Yang paling penting, jemaah haji hafal nomor bus atau nomor rutenya. Karena itu yang menentukan arah pulang ke hotel. Dalam satu rute bisa ada beberapa bus dengan nomor yang sama, jadi jangan hanya melihat warna bus,” tegas Ihsan di Kantor Daker Makkah, Sabtu (25/4).
Rute dan Terminal Bus Shalawat yang Wajib Diketahui
Agar tidak salah arah, jemaah perlu memahami tiga terminal utama pemberhentian bus shalawat:
| Terminal | Wilayah Hotel Jemaah |
|---|---|
| Terminal Syib Amir | Syisyah dan Raudhah |
| Terminal Ajyad | Misfalah |
| Terminal Jabal Ka’bah | Aziziyah dan Jarwal |
Dari terminal-terminal ini, jemaah tinggal berjalan kaki menuju Masjidil Haram. Begitu pula saat kembali, jemaah harus naik bus rute yang sama dari terminal yang sama.
Cara Naik Bus Shalawat (Step by Step):
- Dari hotel → keluar menuju halte terdekat. Banyak halte yang berada tepat di depan hotel.
- Naik bus sesuai rute yang tersedia. Petugas halte akan mengarahkan.
- Turun di terminal yang sesuai dengan wilayah hotel (lihat tabel di atas).
- Berjalan kaki ke Masjidil Haram.
- Saat kembali → menuju terminal yang sama, naik bus dengan nomor rute yang dihafal saat berangkat.
Jangan Panik Jika Tertinggal atau Salah Bus
Ihsan Faisal juga mengimbau jemaah agar tidak panik jika terpisah dari rombongan atau salah naik bus. Petugas haji tersebar di berbagai titik halte dan terminal.
“Kalau ada jemaah yang salah arah, tidak perlu khawatir. Di mana pun turun, ada petugas yang akan membantu mengarahkan kembali ke hotel masing-masing,” ujarnya.
Fasilitas Pendukung: Bendera Merah Putih dan Stiker Warna
Untuk memudahkan identifikasi, setiap bus shalawat dilengkapi dengan:
- Nomor rute yang jelas
- Stiker warna berbeda tiap trayek
- Bendera merah putih sebagai ciri khas bus jemaah Indonesia
Jadwal Padat Menjelang Salat, Tetap Terkendali
Meskipun beroperasi 24 jam, kepadatan tetap terjadi terutama menjelang waktu salat. Namun, petugas halte telah disiagakan untuk mengatur pergerakan bus agar tetap lancar dan seimbang. Jemaah diimbau tidak berdesakan dan selalu mendengarkan arahan petugas.
Kesimpulan: Hafal Nomor Bus = Pulang Selamat
Dengan sistem bus shalawat 24 jam, mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram menjadi lebih fleksibel. Namun, kunci utama tetap pada satu hal: hafal nomor rute bus shalawat. Jangan hanya mengandalkan rombongan atau ingatan visual semata. Catat nomor bus di ponsel atau buku kecil saku.
Semoga seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kelancaran, keamanan, dan kemudahan dalam beribadah di Tanah Suci. (*)
Reporter: Tim Lintas12.com, Makkah
Editor: Faizah Rusdiati







