Muslim  

Mathla’ul Anwar Tetapkan Kemandirian Umat dan Transformasi Pendidikan sebagai Agenda Utama Muktamar di Serang

Mathla’ul Anwar Tetapkan Kemandirian Umat dan Transformasi Pendidikan sebagai Agenda Utama Muktamar di Serang
Panitia Muktamar Matlaul Anwar menggelsr jumpa pers.

Lintas12.com, Serang – Muktamar XXI Mathla’ul Anwar di Serang fokus pada kemandirian umat & transformasi pendidikan. Menag: kolaborasi kunci masa depan umat. Simak beritanya di halaman Lintas 12 News ini!

Tantangan besar di era disrupsi digital dan tekanan ekonomi menjadi panggung utama dalam gelaran Muktamar XXI Mathla’ul Anwar. Bertempat di Kota Serang, Banten, organisasi keagamaan tertua ini secara tegas menempatkan kemandirian umat dan transformasi pendidikan sebagai fondasi utama membangun peradaban Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Dalam forum konsolidasi nasional tersebut, Pengurus Besar Mathla’ul Anwar tidak hanya membahas aspek normatif keagamaan, tetapi merumuskan solusi konkret menghadapi kesenjangan SDM dan disrupsi teknologi.

Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Embay Mulya Syarief, menegaskan bahwa sudah saatnya organisasi keagamaan bergerak lebih jauh.

Baca Ini:  Jangan Panik! Ini 3 Cara Mudah Bayar Fidyah Jika Melanggar Larangan Ihram

“Muktamar ini menjadi momentum untuk memperkuat arah organisasi dalam menjawab tantangan zaman, terutama dalam membangun kemandirian umat. Kami tidak bisa hanya berdakwah, tapi juga harus hadir dengan solusi nyata di sektor pendidikan dan ekonomi,” ujarnya di hadapan para kader, Sabtu (11/4/2026).

Tiga Sektor Utama: Pendidikan, Dakwah, dan Sosial

Mathla’ul Anwar memetakan tiga instrumen strategis untuk meningkatkan kapasitas umat. Pendidikan menjadi prioritas utama mengingat ketimpangan kualitas SDM masih menjadi masalah besar. Di Provinsi Banten saja, organisasi ini telah mengelola ratusan madrasah yang terus berkembang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan Islam nasional.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang turut hadir dalam rangkaian muktamar memberikan apresiasi. Ia menekankan bahwa negara tidak bisa bekerja sendirian.

Baca Ini:  Daftar doa sebelum ujian lengkap dengan transliterasi dan arti: doa untuk muslim

“Mempersiapkan umat masa depan harus dilakukan bersama, tidak bisa hanya oleh negara. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat seperti Mathla’ul Anwar adalah kunci untuk memperluas dampak pembangunan,” kata Menag.

Ekonomi Umat dan Kaderisasi Jadi Perhatian

Selain pendidikan, tantangan ekonomi umat juga menjadi sorotan. Mathla’ul Anwar mendorong integrasi nilai keagamaan dengan penguatan kapasitas ekonomi berbasis komunitas. Targetnya jelas: umat yang kuat secara spiritual sekaligus mandiri secara ekonomi.

Ketua OC Muktamar, Asep Rohmatulloh, menambahkan bahwa agenda ini juga menjadi ruang konsolidasi kader untuk memperkuat arah gerakan organisasi di tengah dinamika global.

“Muktamar ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan kebijakan organisasi ke depan, termasuk penguatan kelembagaan dan kaderisasi. Seluruh dinamika internal telah kami selesaikan melalui komunikasi, sehingga agenda berjalan lancar,” ujarnya.

Baca Ini:  Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Lirboyo Ungkap Kesiapan dan Pengalaman 1999

Ke depan, Mathla’ul Anwar bertekad bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, tetap berakar pada nilai keislaman dan keindonesiaan, serta siap menjawab kompleksitas tantangan pendidikan dan ekonomi umat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *