Lintas12.com, Bandung – Kerusuhan May Day Bandung ricuh. Massa baju hitam bakar pos polisi dan fasilitas umum. Kapolda Jabar sebut kelompok kriminal, puluhan diamankan. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News.
Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Bandung pada Jumat (1/5/2026) sore berubah mencekam. Aksi yang semula damai di depan Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat berakhir dengan kerusuhan May Day Bandung setelah kelompok massa baju hitam melakukan aksi anarkis, membakar pos polisi dan merusak fasilitas umum.
Kronologi Kerusuhan: Dari Demo Damai hingga Aksi Bakar Pos Polisi
Berdasarkan pantauan lintas12.com di lokasi, aksi unjuk rasa buruh berlangsung kondusif pada pukul 13.00 WIB. Namun setelah massa membubarkan diri, sekelompok orang tidak dikenal berbaju hitam dan bertutup muka bergerak menuju Jalan Cikapayang hingga kawasan Tamansari.
Di lokasi tersebut, mereka melakukan pengerusakan dan membakar satu pos polisi serta beberapa fasilitas umum seperti halte dan tempat sampah kota. Warga sekitar tampak panik dan memilih mengungsi ke dalam rumah masing-masing.
Kepanikan Saat Brimob Datang
Ketika polisi tiba di lokasi, massa anarkis langsung kocar-kacir ke berbagai arah. Petugas kepolisian dari Brimob Polda Jabar tiba dengan membawa kendaraan taktis (rantis) serta menyiapkan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan massa.
Pernyataan Kapolda Jabar: Ini Kelompok Kriminal Bukan Buruh
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Drs. Rudy Setiawan, secara tegas menyayangkan insiden demo buruh Bandung ricuh. Menurutnya, aksi serupa tidak terjadi di wilayah lain seperti Sumedang yang berlangsung tertib.
“Ini kelompok masyarakat tidak dikenal dengan pakaian hitam, tutup muka, membawa molotov, dan melakukan perusakan fasilitas umum. Ini sangat membahayakan. Saya tegaskan ini kelompok kriminal, bukan bagian dari buruh yang menyampaikan aspirasi,” ujar Rudy di Mapolda Jabar, Jumat malam.
Dia menambahkan bahwa pihaknya telah menangkap sejumlah pelaku aksi anarkis May Day dan akan memproses mereka secara hukum.
“Kami mengimbau mereka membubarkan diri. Kami amankan pelaku perusakan dan akan proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Situasi saat ini sudah kondusif, masyarakat diminta tenang,” lanjutnya.
Tujuh Tuntutan Massa Sebelum Aksi Ricuh
Sebelum terjadi kerusuhan May Day Bandung, massa yang berdemo di depan DPRD Jabar menyampaikan tujuh poin tuntutan, antara lain:
- Mendesak pengesahan UU Ketenagakerjaan baru;
- Penghapusan sistem outsourcing dan upah murah;
- Setop PHK massal dan kendalikan impor;
- Reformasi pajak, naikkan PTKP, dan hapus pajak THR;
- Percepatan pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT);
- Sahkan perampasan aset;
- Turunkan biaya aplikasi ojek online menjadi 10 persen.
Situasi Terkini dan Imbauan Polisi
Hingga berita ini diturunkan pada pukul 21.00 WIB, situasi di sekitar Jalan Cikapayang, Tamansari, dan Sulanjana telah kembali kondusif. Polisi masih berjaga di sejumlah titik rawan. Kapolda Jabar menjamin tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan meminta warga tidak terprovokasi.
“Perbuatan anarkis ini tidak terpuji. Kami akan tindak tegas tanpa pandang bulu,” pungkas Rudy.
Reporter: Tim Lintas12 Bandung
Editor: Redaksi







