Prabowo Tepuk Punggung Sugianto, Pahlawan Indramayu Penyelamat 7 Lansia dari Kebakaran Hutan Korsel

Prabowo Tepuk Punggung Sugianto, Pahlawan Indramayu Penyelamat 7 Lansia dari Kebakaran Hutan Korsel
Presiden Prabowo Subianto (kiri) bersama Sugianto (tengah) dan Presiden Korsel Lee Jae Myung (kanan) dalam jamuan makan siang kenegaraan di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House) di Seoul, Korea Selatan, Rabu (1/4/2026).

Jakarta – Momen haru di Cheong Wa Dae: Presiden Prabowo bangga bertemu Sugianto, pekerja migran asal Indramayu yang menggendong tujuh lansia selamat dari kebakaran hutan di Yeongdeok, Korea Selatan. Simak aksi heroiknya yang mendapat penghargaan dari Presiden Lee Jae Myung.

Ada yang berbeda dari jamuan santap siang kenegaraan di Cheong Wa Dae, Istana Kepresidenan Korea Selatan, Rabu (1/4). Di sela-sela obrolan para petinggi dua negara, seorang pria berkulit sawo matang dengan setelan jas rapi berdiri di samping Presiden Korsel Lee Jae Myung.

Dia bukan diplomat, bukan konglomerat. Dia adalah Sugianto, seorang pekerja migran asal Indramayu, Jawa Barat, yang namanya sempat menjadi headline di berbagai media Korsel beberapa waktu lalu.

Momen Langka: Diapit Dua Presiden

Saat Presiden RI Prabowo Subianto dan delegasi tiba, suasana kehangatan langsung terpancar. Prabowo yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang tegas, langsung menunjukkan sisi lain. Ia mendekati Sugianto yang diapit oleh Presiden Lee.

Baca Ini:  DPR Bentuk Command Center Agraria Percepat Penanganan Konflik Tanah Buruh Tani

Prabowo tersenyum, menjabat erat tangan Sugianto, lalu—berkali-kali—menepuk punggung pria asal Indramayu itu. Bukan tepukan biasa. Itu adalah tepukan bangga seorang pemimpin kepada anak bangsanya yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

“Baik-baik kau ya, mereka senang sama kamu,” pesan Prabowo singkat namun sarat makna sebelum meninggalkan Sugianto.

Bukan Hanya Diplomasi: Di Balik Jamuan Negara, Prabowo Beri Punggungan Penuh Bangga pada Sugianto, Nelayan Indramayu yang Jadi Pahlawan Korsel

Kisah Heroik di Tengah Si Jago Merah

Apa yang membuat seorang nelayan sederhana mendapat tempat terhormat di istana kepresidenan Korsel?

Bulan Maret 2025, kebakaran hutan melanda Yeongdeok. Api cepat membesar. Di tengah kepanikan, Sugianto tidak berpikir panjang. Ia berlari ke pemukiman lansia yang nyaris terisolir.

Satu per satu ia bangunkan para sepuh yang masih terlelap. Bahkan, dengan tubuh yang tak kalah renta, Sugianto menggendong tujuh lansia keluar dari zona bahaya ke tempat yang lebih aman.

Tanpa dia, mungkin tujuh nyawa telah menjadi abu.

Dari Nelayan Jadi Duta Pekerja Migran

Aksi heroik itu mengubah hidup Sugianto. Presiden Korsel Lee Jae Myung langsung memberikan penghargaan bergengsi The Order of Civil Merit. Tak berhenti di situ, Kementerian Kehakiman Korsel memberinya visa F-2, izin tinggal luar biasa hingga lima tahun.

Pemerintah Indonesia pun tak tinggal diam. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (P2MI) mengangkat Sugianto sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia.

Di tengah isu perlindungan TKI yang kerap menghangat, sosok Sugianto menjadi oase. Ia membuktikan bahwa pekerja migran Indonesia bukan hanya pekerja keras, tapi juga pahlawan kemanusiaan.

Pelajaran dari Sebuah Tepukan Punggung Sugianto

Pertemuan di Cheong Wa Dae itu bukan sekadar foto kenegaraan. Ada pesan moral yang mengalir: Kebaikan tidak mengenal status, dan keberanian tidak butuh seragam.

Sugianto pulang ke akomodasinya malam itu dengan jas masih rapi. Tapi yang paling ia rasakan bukanlah kebanggaan karena diapit dua presiden. Melainkan karena pesan sederhana Prabowo yang terus terngiang:

“Mereka senang sama kamu.”

Karena pada akhirnya, menjadi pahlawan tidak perlu menunggu gelar. Cukup dengan dua tangan yang menggendong, dan hati yang tak membiarkan sesama terbakar sendirian.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *