Cimahi (Lintas 12 News) – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjamin hak ketiga prajurit yang gugur di Lebanon, termasuk Praka Farizal. Kenaikan pangkat luar biasa dan santunan dari ASABRI diberikan sebagai penghormatan negara.
Duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas gugurnya tiga prajurit terbaik dalam misi perdamaian di Lebanon Selatan. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi atas jasa dan pengorbanan para pahlawan bangsa, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjamin seluruh hak dan penghargaan negara akan diberikan secara penuh.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI saat bertakziah langsung ke rumah duka salah satu prajurit yang gugur, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2026).
Kedatangan orang nomor satu di jajaran TNI beserta istri disambut haru oleh keluarga. Iskandar Rudi, ayah dari Kapten Zulmi, tak kuasa menahan tangis. Dalam sambutannya, Jenderal Agus memastikan bahwa negara tidak akan melupakan pengabdian para pahlawannya.
Kenaikan Pangkat dan Santunan Jaminan
Dalam kesempatan itu, Panglima TNI mengumumkan sejumlah penghargaan yang akan diberikan kepada ketiga prajurit gugur, yaitu Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
Penghargaan tersebut meliputi:
- Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta: Ketiga prajurit akan mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi sebagai penghormatan terakhir dari institusi TNI.
- Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK): Keluarga masing-masing prajurit akan menerima santunan sebesar Rp350 juta dari PT ASABRI.
- Santunan Pendidikan (Beasiswa): Anak-anak dari almarhum akan mendapatkan beasiswa senilai Rp30 juta dan jaminan pendidikan hingga mereka dewasa.
- Hak Keuangan Penuh: Gaji 100 persen selama 12 bulan serta jaminan hari tua yang dihitung sejak masa tugas diberikan kepada keluarga.
“Kami di TNI mengucapkan turut duka cita yang mendalam. Ini adalah prajurit-prajurit TNI terbaik yang sedang melaksanakan misi perdamaian di Lebanon. Kami memberikan KPLB kepada seluruhnya. Dari ASABRI akan diberikan Rp350 juta, beasiswa untuk anak-anaknya Rp30 juta, sekolah akan diperhatikan sampai besar, dan gaji 12 bulan 100 persen diberikan,” tegas Jenderal Agus.
Prajurit Gugur Lebanon: Pengeboman Saat Ibadah Jadi Catatan Kelam
Sementara itu, data terbaru dari investigasi PBB menguatkan dugaan bahwa gugurnya para prajurit, khususnya Praka Farizal, akibat serangan langsung dari tank pasukan penjajahan Israel (IDF). Laporan The Times of Israel menyebutkan bahwa proyektil yang meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit al Qusayr merupakan tembakan tank Israel.
Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera sebelumnya mengungkapkan kronologi tragis bahwa Praka Farizal gugur saat sedang menjalankan ibadah shalat Isya ketika mortir artileri jatuh di samping masjid.
Proses pemulangan jenazah ketiga pahlawan sedang dalam tahap koordinasi PBB. Rencananya, jenazah akan diterbangkan ke Indonesia melalui negara transit seperti Mesir atau Yordania. Setibanya di Tanah Air, akan dilakukan upacara penghormatan militer yang rencananya dipimpin langsung oleh Komandan Brigif 25/Siwah sebelum dimakamkan di kampung halaman masing-masing sesuai permintaan keluarga.
“Penghormatan dari negara itu ada upacara kehormatan, penghormatan pemakaman secara militer. Dan nanti saya rencananya yang akan memimpin upacara. Saya langsung diutus dari pimpinan, dari Presiden, dari Panglima TNI, dari Kasad,” pungkas Kolonel Dimar.







