Hankam  

Latihan Penjinakan Bom Kopaska TNI AL: Simulasi Heroik Pembajakan Pesawat di Bandara Juanda

Latihan Penjinakan Bom Kopaska TNI AL: Simulasi Heroik Pembajakan Pesawat di Bandara Juanda
Pasukan Kopaska TNI AL menggelar latihan simulasi penjinakan bom dan perebutan pesawat yang dibajak musuh di Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (28/4/2026) [Foto: Ho-Humas TNI AL]

Lintas12.com, Jakarta – Simulasi penjinakan bom dan perebutan pesawat dibajak oleh Kopaska TNI AL di Bandara Juanda. Latihan 14 hari untuk jaga objek vital nasional. Simak kabar berita selengkapnya di laman Lintas 12 News.

Dalam langkah strategis menjaga keamanan objek vital nasional, Kopaska TNI AL menggelar latihan penjinakan bom sekaligus simulasi perebutan pesawat yang dibajak. Latihan spektakuler ini berlangsung selama 14 hari di lingkungan Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Kopaska TNI AL Asah Kemampuan Antiteror Udara

Komandan Kopaska Koarmada RI, Laksma TNI Sadarianto, dalam siaran pers resmi TNI AL yang diterima di Jakarta, Rabu, menegaskan bahwa latihan ini merupakan bagian dari kesiapan menghadapi ancaman nyata.

Baca Ini:  Industri Pertahanan Rusia Mungkin Tidak Selamat dari Invasi Ukraina

“Dalam situasi sekarang ini, latihan menjadi hal yang sangat mahal, namun tidak menyurutkan semangat Kopaska untuk tetap berlatih,” ujar Sadarianto.

Simulasi Pembajakan Pesawat hingga Penjinakan IED

Puncak rangkaian latihan yang berlangsung sejak 15 April hingga 28 April 2026 ini adalah simulasi besar-besaran. Skenarionya: sebuah pesawat yang sedang dibajak dipaksa mendarat di Bandara Juanda. Tim Kopaska kemudian bergerak cepat merebut kembali pesawat dari tangan pembajak.

Namun, saat penggerebekan, pasukan menemukan IED (Improvised Explosive Device). Di sinilah peran Tim EOD (Explosive Ordnance Disposal) Kopaska diuji. Mereka melakukan identifikasi, evakuasi, dan penjinakan bom di lokasi steril menggunakan peralatan EOD canggih milik Kopaska.

Latihan 14 Hari Pasukan Katak Penuh Tantangan

Selama dua pekan, para personel pasukan katak menjalani berbagai tahapan latihan, mulai dari teknik pembebasan sandera, negosiasi taktis, hingga prosedur penanganan bahan peledak di area bandara yang padat.

Baca Ini:  Indonesia Resmi Pinjam Luar Negeri untuk Beli Jet Tempur KAAN Turki: Ini Detailnya

Harapan ke Depan untuk Pengamanan Objek Vital

Laksma TNI Sadarianto menyampaikan bahwa seluruh rangkaian simulasi berjalan lancar dan pasukan berhasil menuntaskan semua misi dengan sangat baik.

“Dengan latihan ini, kemampuan pasukan Kopaska TNI AL dalam menjaga objek vital nasional semakin meningkat,” harapnya.

Latihan seperti ini diharapkan menjadi standar rutin untuk menghadapi potensi ancaman terorisme dan pembajakan di bandara-bandara besar Indonesia.

Penulis: Tim Liputan Lintas 12 News
Editor: Redaksi
Sumber: Siaran Pers TNI AL


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *