Pemerintah Bursa Pasokan Plastik Pangan, Harga Beras & Gula Terancam Naik?

Pemerintah Bursa Pasokan Plastik Pangan, Harga Beras & Gula Terancam Naik?
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa. [Foto: Bapanas]

Lintas12.com, Jakarta – Bapanas sebut pemerintah cari pasokan plastik alternatif dari Rusia hingga produsen minyak dunia. Simak dampaknya ke harga beras dan gula. Simak kabar beritanya di laman Lintas 12 News ini.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini bergerak cepat mencari pasokan plastik pangan alternatif. Langkah ini ditempuh untuk menekan dampak kenaikan biaya produksi terhadap harga beras dan harga gula di dalam negeri.

Krisis Pasokan Plastik: Pemerintah Tak Tinggal Diam

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengonfirmasi di Jakarta, Rabu, bahwa keterbatasan pasokan bahan baku plastik yang mempengaruhi sektor pangan sedang diatasi secara serius.

“Pemerintah tidak diam, tidak menunggu, tapi sedang mencari upaya-upaya tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, problem kekurangan pasokan bahan baku plastik ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar Ketut.

Ia menegaskan koordinasi penanganan dipercayakan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk mempercepat pencarian sumber pasokan alternatif.

Peluang Pasokan dari Rusia hingga Negara Produsen Minyak

Menariknya, langkah pemerintah tidak berjalan sendiri. Pelaku usaha produsen plastik juga ikut bergerak mencari sumber bahan baku baru. Ketut menyebutkan kemungkinan pasokan menyasar negara-negara produsen minyak bumi.

“Apakah dari Rusia atau negara lain selain Timur Tengah. Produsen-produsen minyak itu, itulah penghasil sumber-sumber pasokan plastik sebenarnya,” bebernya.

Dampak ke Harga Beras dan Gula: Perhitungan Kasar Bapanas

Dampak geopolitik Timur Tengah terhadap rantai pasok plastik mulai terasa ke kantong konsumen. Berdasarkan perhitungan sementara Bapanas:

KomoditasPerkiraan Kenaikan Biaya per Kg
BerasRp300
GulaRp100 – Rp150

“Itu pun masih kasar, belum kami hitung detail. Mungkin bisa lebih rendah dari itu,” jelas Ketut.

Meski begitu, Bapanas mencatat dalam sebulan terakhir, rata-rata harga gula konsumsi nasional naik tipis 1,94% dari Rp18.412/kg menjadi Rp18.770/kg per 20 April. Sementara harga beras medium hanya berfluktuasi 0,29% dan beras premium 0,37%.

Kabar Baik: Produksi Gula Dalam Negeri Akan Meningkat

Ketut menyampaikan proyeksi produksi gula kristal putih dalam negeri pada April-Mei akan meningkat drastis, dari sekitar 58,3 ribu ton menjadi 276,4 ribu ton. Lonjakan ini diharapkan mampu meredam tekanan harga di pasar.

Stabilitas Harga Pangan Nasional Masih Terkendali

Secara keseluruhan, Bapanas meyakinkan bahwa meskipun ada tantangan pasokan plastik pangan, stabilitas harga beras dan gula nasional masih dalam batas wajar. Pemerintah terus berkoordinasi dengan pelaku usaha, termasuk produsen beras, gula, dan pangan kemasan, untuk mencari solusi jangka panjang.

Kesimpulan

Langkah pemerintah mencari pasokan plastik alternatif hingga ke Rusia dan negara produsen minyak adalah terobosan strategis. Namun, konsumen perlu mencermati potensi kenaikan harga beras dan gula dalam waktu dekat, meskipun pemerintah menjamin stabilitas masih terjaga. (*finku)


Ikuti terus update kebijakan pangan nasional hanya di Lintas12.com.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *