Berita seputar CEO Panitia Miami untuk Piala Dunia 2026, Ray Martinez, menegaskan tidak ada indikasi operasi ICE atau penegakan imigrasi yang akan menargetkan fans sepak bola oleh Lintas 12 News.
MIAMI – CEO Panitia Tuan Rumah Piala Dunia FIFA Miami 2026, Ray Martinez, memberikan pernyataan tegas guna meredakan kekhawatiran terkait kebijakan imigrasi selama turnamen berlangsung. Martinez menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda atau instruksi mengenai rencana peningkatan operasi penegakan imigrasi oleh Immigration and Customs Enforcement (ICE) terhadap para penggemar.
Dalam keterangannya, Martinez menekankan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan mitra federal, termasuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS). Fokus utama koordinasi ini adalah memastikan keamanan publik bagi jutaan pengunjung yang diperkirakan akan memadati Amerika Serikat.
“Kami telah menjalin komunikasi konstan dengan mitra federal kami, dan sejauh ini kami tidak menerima indikasi adanya penegakan hukum imigrasi yang akan dilakukan selama turnamen berlangsung,” ujar Martinez menanggapi pertanyaan mengenai potensi penahanan penggemar.
Fokus pada Keamanan dan Kenyamanan Fans
Kekhawatiran mengenai peran ICE muncul setelah pernyataan dari pejabat federal sebelumnya yang menyebut badan tersebut akan menjadi bagian penting dari aparatur keamanan turnamen. Namun, Martinez mengklarifikasi bahwa koordinasi keamanan yang dilakukan sejauh ini bersifat standar untuk acara internasional berskala besar.
Panitia penyelenggara telah menyiapkan sumber daya yang cukup untuk mengamankan lokasi-lokasi utama, seperti stadion dan area resmi FIFA. Meskipun tantangan tetap ada dalam memantau kerumunan spontan di luar area resmi, prioritas utama tetaplah menciptakan atmosfer perayaan sepak bola yang aman bagi semua orang.
Tantangan di Tengah Kebijakan Imigrasi AS
Isu imigrasi memang menjadi topik hangat menjelang Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Beberapa pihak khawatir bahwa kebijakan imigrasi yang ketat dapat berdampak pada jumlah kehadiran penonton internasional.
Namun, pernyataan dari pihak panitia pelaksana di Miami ini diharapkan dapat memberikan rasa tenang bagi para penggemar dari berbagai penjuru dunia. Penyelenggara berkomitmen bahwa Piala Dunia 2026 harus menjadi ajang inklusif yang merayakan olahraga, bukan menjadi sumber ketakutan bagi para pendatang.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar dalam sejarah dengan partisipasi 48 tim dan total 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota tuan rumah di tiga negara Amerika Utara.



