Jakarta, Lintas12.com – Digitalisasi bansos manfaatkan SPLP untuk penyaluran tepat sasaran. Uji coba 42 kabupaten/kota mulai Juni 2026. Cek fakta dan imbauan resmi di laman Berita Pilihan Terpercaya, Lintas 12 News di bawah ini.
Pemerintah terus mematangkan digitalisasi bansos guna memastikan bantuan sosial tepat sasaran. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memanfaatkan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) sebagai jembatan digital yang menghubungkan data antar kementerian secara aman, cepat, dan terintegrasi.
SPLP: Jembatan Digital Tanpa Mengambil Alih Data
Direktur Jenderal Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi, Mira Tayyiba, menegaskan bahwa SPLP bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan fondasi ekosistem layanan publik lintas instansi.
“Target akhirnya sederhana tapi sangat penting: masyarakat yang berhak tidak boleh terlewat, sementara yang tidak memenuhi kriteria tidak menerima bantuan,” ujar Mira dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, SPLP bekerja layaknya jembatan digital yang memungkinkan pertukaran data antarinstansi sesuai kebutuhan, kewenangan, dan standar keamanan. Yang menarik, SPLP tidak mengambil alih dan tidak memindahkan pangkalan data milik instansi lain. Data tetap berada di pemiliknya.
Kolaborasi 5 Pilar: Bappenas, Kemendagri, BSSN, dan Pemilik Data Sektoral
Digitalisasi bansos ini melibatkan koordinasi terpadu melalui Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah:
- Bappenas mengawal tata kelola data.
- Kemendagri memperkuat identitas kependudukan digital.
- Kemkomdigi memfasilitasi SPLP.
- BSSN menjaga keamanan siber.
- Pemilik data sektoral menyediakan data pendukung verifikasi penerima manfaat.
Berkat SPLP, Portal Perlinsos (Kemensos) kini bisa terhubung dengan berbagai sumber data pemerintah untuk validasi penerima bantuan, tanpa melanggar prinsip perlindungan data pribadi.
Uji Coba di Banyuwangi Jadi Modal, 42 Daerah Mulai Juni 2026
Pemerintah akan memperluas uji coba penyaluran bansos tepat sasaran ke 42 kabupaten/kota secara bertahap mulai Juni 2026.
Sebelumnya, uji coba dilakukan di Kabupaten Banyuwangi melalui tahap pendaftaran (September 2025) dan tahap sanggah (Maret–April 2026). Hasil evaluasi dari Banyuwangi menjadi dasar penyempurnaan sistem sebelum diperluas.
Hati-hati! Kemkomdigi Ingatkan Waspada Penipuan Bansos
Kemkomdigi mengingatkan masyarakat untuk hanya mengakses layanan bansos melalui kanal resmi pemerintah dengan domain .go.id. Waspadai tautan mencurigakan yang meminta data pribadi maupun nomor rekening.
“Jangan mudah percaya pada pihak yang meminta biaya atau imbalan tertentu atas nama bantuan sosial. Jika ragu, cek kembali melalui kanal resmi pemerintah,” tegas Mira.
Dengan digitalisasi bansos dan optimalisasi SPLP, pemerintah berharap tidak ada lagi warga penerima manfaat yang terlewat, dan tidak ada lagi bansos yang salah sasaran.
Ikuti terus perkembangan terbaru seputar digitalisasi bansos dan SPLP hanya di Lintas 12 News. [*fin]







