Jakarta (Lintas 12 News) – Menteri Ara ungkap arahan tegas Presiden Prabowo: lahan negara yang dikuasai pihak lain, termasuk lahan KAI, ditata untuk kepentingan rakyat dan MBR. Simak berita selengkapnya di halaman ini!
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan gigi di sektor pertanahan. Bukan sekadar wacana, kini ada instruksi presiden yang langsung menyasar lahan-lahan negara yang selama ini “dikuasai” pihak lain tanpa manfaat optimal. Targetnya jelas: kepentingan rakyat, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara, mengungkapkan hal ini usai melakukan inspeksi mendadak di dua titik panas: kawasan Bandung dan Tanah Abang, Jakarta.
“Yang pasti, tanah negara itu arahan Presiden Prabowo, digunakan untuk kepentingan negara, termasuk juga di daerah-daerah,” tegas Ara, Senin (6/1/2025).
Fokus Awal: Lahan KAI yang “Terselip”
Temuan menarik datang dari aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor perkeretaapian. Menurut Ara, cukup banyak lahan milik PT KAI yang saat ini ditempati masyarakat atau pihak lain, namun pemanfaatannya tidak optimal dan tidak sesuai peruntukan awal.
“Ini masalah klasik. Tanah negara dipakai, tapi negara tidak mendapat manfaat maksimal. Rakyat juga tidak merasakan,” ujar Ara.
Untuk memastikan kebenaran di lapangan, Ara menggandeng Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Dirut PT KAI Bobby Rasyidin. Mereka bersama-sama turun ke lokasi, termasuk di kawasan stasiun Tanah Abang yang super sibuk.
Maruarar Sirait: Pendekatan Humanis, Bukan Gusur Paksa
Siapa saja yang menguasai lahan negara ini? Ara menyebutnya beragam. Ada masyarakat biasa yang sudah bertahun-tahun bahkan puluhan tahun menempati, ada juga pihak lain dengan kepentingan komersial.
Lalu, apakah akan ada penggusuran massal?
“Tidak”, kata Ara. Pemerintah mengedepankan pendekatan komunikasi dan musyawarah.
“Kita akan komunikasikan, karena itu adalah tanah negara. Tentunya itu digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia,” jelasnya dengan nada tegas namun humanis.
Danantara Indonesia Siap Danai, MBR Jadi Prioritas
Lalu, dari mana uang untuk menata lahan-lahan ini? Pemerintah tidak main-main. Presiden Prabowo telah mengarahkan agar skema pembiayaan melibatkan Danantara Indonesia—badan pengelola investasi yang digadang-gadang menjadi superholding BUMN.
Tak hanya itu, berbagai skema kemudahan disiapkan, terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Intinya, lahan yang sudah ditempati warga kecil akan difasilitasi agar legal dan layak, bukan diusir.
“Pada waktunya akan ada langkah-langkah yang disampaikan secara besar oleh Pak Presiden untuk melakukan suatu perubahan yang signifikan. Bagaimana lahan-lahan negara ini, di beberapa titik, akan diumumkan pada waktunya,” pungkas Ara, menyiratkan kejutan besar di waktu dekat.
Yang Perlu Anda Tahu:
- Lokasi awal: Bandung dan Tanah Abang, Jakarta.
- Objek utama: Lahan BUMN Perkeretaapian (PT KAI).
- Pendekatan: Komunikasi, bukan konfrontasi.
- Pembiayaan: Danantara Indonesia.
- Penerima manfaat: Rakyat dan MBR.
Langkah ini menjadi uji nyata komitmen Prabowo dalam “membumikan” aset negara untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Akankah program ini berjalan mulus tanpa gesekan? Kita tunggu langkah besar berikutnya.







