Jakarta, Lintas12.com – Anggota DPR minta kunjungan Prabowo ke Prancis jangan dipolitisasi. Ini diplomasi strategis, bukan polemik Idul Adha. Simak fakta berita pilihan terpercaya selengkapnya di laman Lintas 12 News di bawah ini.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Bahtra Banong, meminta agar kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Prancis tidak dipolitisasi oleh pihak-pihak tertentu. Menurutnya, agenda tersebut murni bagian dari diplomasi strategis negara yang sudah direncanakan jauh hari, bukan sekadar polemik seremonial.
Pernyataan itu disampaikan Bahtra di Jakarta, Rabu, sebagai respons terhadap seberapa pihak yang mencoba mengaitkan waktu kunjungan dengan momentum Hari Raya Idul Adha.
“Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur. Kebetulan waktunya bertepatan dengan Idul Adha. Jangan sampai dipelintir menjadi polemik politik,” ujar Bahtra tegas.
Prabowo dan Macron: Hubungan Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Bahtra Banong menjelaskan, kunjungan Prabowo ke Prancis bukanlah perjalanan dadakan. Di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang semakin tidak pasti, Presiden Prabowo justru sedang memperjuangkan kepentingan nasional. Prancis, menurutnya, adalah mitra penting Indonesia di berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, investasi, teknologi, energi, hingga industri.
Bahkan, hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron dinilai sangat erat dalam setahun terakhir. Sebelumnya, Prabowo menjadi tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day pada 2025 lalu—sebuah penghormatan diplomatik khusus yang tidak diberikan kepada semua pemimpin dunia.
“Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis. Ini bentuk penghormatan diplomatik,” tegasnya.
Kesediaan ke Luar Negeri di Momen Idul Adha: Bukti Pengabdian
Lebih lanjut, anggota DPR tersebut menilai bahwa kesediaan Presiden Prabowo menjalankan kunjungan kerja ke luar negeri di momentum hari raya justru menunjukkan keteguhan hati seorang pemimpin. Menurut Bahtra, Presiden tentu ingin berada di Indonesia bersama rakyat, namun waktu pertemuan dengan Presiden Macron telah disiapkan dengan matang.
“Kesediaan Presiden Prabowo keluar negeri di momen hari raya membuktikan bahwa kepentingan bangsa dan rakyat Indonesia berada di atas segala-galanya. Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” katanya.
Indonesia Semakin Diperhitungkan di Dunia Global
Bahtra juga menambahkan, meningkatnya penerimaan Presiden Prabowo dalam forum-forum internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global. Diplomasi bebas aktif yang dijalankan Prabowo dinilai bekerja nyata untuk kepentingan besar bangsa.
Dengan demikian, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat kunjungan strategis ini secara utuh, bukan melalui kacamata politik sempit. [*dik]







