Jakarta, lintas12.com – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi pembelian jet tempur generasi kelima KAAN dari Turki melalui skema pinjaman luar negeri. Simak progres kontraknya!
Langkah strategis diambil Pemerintah Indonesia dalam memodernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara. Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi mengonfirmasi aktivasi kontrak pengadaan pesawat tempur canggih generasi kelima, KAAN, produksi Turkish Aerospace Industries (TAI).
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, mengungkapkan bahwa proses pengadaan pesawat tempur asal Turki tersebut akan menggunakan mekanisme pendanaan dari luar negeri.
“Untuk KAAN, sudah ada kontrak awal dalam jumlah terbatas yang saat ini masih dalam proses aktivasi melalui mekanisme pinjaman luar negeri (PLN) bersama Kementerian Keuangan,” ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat memberikan keterangan resmi di Jakarta, Kamis (23/1).
Proses Aktivasi Kontrak dan Skema Pendanaan
Kepastian ini sekaligus menjawab spekulasi yang beredar mengenai keseriusan Indonesia dalam meminang jet tempur “siluman” tersebut. Meskipun kontrak awal telah diteken, Rico menjelaskan bahwa realisasi pengadaan akan dilakukan secara bertahap. Hal ini disesuaikan dengan ketersediaan anggaran negara serta kebutuhan mendesak dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Terkait detail nilai kontrak dan jumlah pasti unit yang akan didatangkan pada tahap awal, pihak Kemhan masih enggan merinci lebih jauh. “Pengadaan akan dilakukan bertahap sesuai kesiapan anggaran dan kebutuhan TNI,” tambah Rico.
Isu Pembelian 48 Unit dan Pengiriman Tahun 2032
Sebelumnya, jagat media sosial diramaikan dengan informasi bahwa Indonesia telah menyepakati pembelian sebanyak 48 unit jet tempur KAAN. Kabar yang diunggah oleh akun informasi pertahanan @isds.indonesia menyebutkan bahwa penandatanganan kontrak tersebut dilakukan dalam ajang pameran pertahanan bergengsi, International Defence Industry Fair (IDEF) di Istanbul, pertengahan tahun 2025 lalu.
Dalam informasi yang beredar tersebut, nilai investasi yang digelontorkan Indonesia disebut mencapai angka fantastis, yakni sebesar 15 miliar dolar AS atau setara dengan Rp251 triliun. Jet tempur KAAN ini diproyeksikan mulai memperkuat jajaran skadron udara TNI AU pada tahun 2032 mendatang.
Mengenal Jet Tempur KAAN: Sang Predator Langit dari Turki
KAAN merupakan pesawat tempur generasi kelima yang dikembangkan oleh Turki untuk menandingi dominasi pesawat tempur Barat seperti F-35. Pesawat ini memiliki kemampuan stealth (anti-radar), kecepatan supersonik, dan dilengkapi dengan sistem avionik tercanggih untuk pertempuran udara modern.
Masuknya KAAN ke dalam daftar belanja Kemhan menandakan diversifikasi alutsista Indonesia yang semakin luas, setelah sebelumnya Indonesia juga mengamankan kontrak jet tempur Rafale dari Prancis dan minat pada jet tempur F-15EX dari Amerika Serikat.
Hingga saat ini, proses administrasi antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan terus berjalan untuk memastikan alokasi Pinjaman Luar Negeri (PLN) tersebut dapat segera diaktivasi demi menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia di masa depan.







