ANKARA, Lintas12.com – Turki tolak wilayah udara untuk pesawat Presiden Israel Isaac Herzog. Penerbangan ke Kazakhstan terpaksa memutar 8 jam via Eropa dan Rusia. Simak kabar berita selengkapnya di Lintas 12 News.
Pemerintah Turki kembali menunjukkan sikap kerasnya terhadap Israel. Kali ini, Turki menolak wilayah udaranya digunakan untuk pesawat yang membawa Presiden Israel Isaac Herzog.
Pesawat tersebut rencananya akan terbang dari Tel Aviv menuju Astana, ibu kota Kazakhstan. Namun, karena Turki menolak pesawat pemimpin Israel melintas, rute penerbangan terpaksa diubah total.
Rute Normal Diganti, Waktu Terbang Bertambah
Menurut laporan situs penerbangan HavasosyalMedya, rute reguler penerbangan dari Israel ke Kazakhstan biasanya melewati Turki, Armenia, dan Azerbaijan. Namun, setelah Turki menolak akses, pesawat Herzog dialihkan ke jalur Eropa dan Rusia. Akibatnya, waktu penerbangan membengkak dari sekitar 4-5 jam menjadi delapan jam.
Wilayah Udara Turki Ditutup untuk Pejabat Israel
Seorang sumber diplomatik di Ankara mengungkapkan bahwa ruang udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat pengangkut senjata. Namun, penerbangan komersial dari maskapai negara ketiga masih diperbolehkan.
Sementara itu, maskapai penerbangan Israel masih bisa menggunakan wilayah udara Turki untuk transit, tetapi bukan untuk penerbangan resmi pejabat tinggi.
Hubungan Memburuk Sejak Perang Gaza
Hubungan diplomatik Turki dan Israel terputus sejak operasi militer di Jalur Gaza. Kini, komunikasi kedua negara hanya sebatas kontak keamanan darurat. Keputusan menolak wilayah udara bagi pemimpin Israel semakin mempertegas posisi Ankara.[*Dik]







